Share This

Demokrat: Ahok Kriteria Pas Pemimpin Jakarta

Dukungan terhadap Ahok tengah dibahas di internal partai

BERITA , NASIONAL

Selasa, 15 Mar 2016 20:26 WIB

Author

Ade Irmansyah

Demokrat: Ahok Kriteria Pas Pemimpin Jakarta

Gerakan Teman Ahok membuka posko dan booth di sejumlah pusat perbelanjaan untuk pengumpulan KTP warga DKI Jakarta. Pengumpulan dilakukan untuk mendukung Ahok maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta m

KBR, Jakarta- Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat menilai Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, merupakan sosok yang pantas untuk memimpin DKI Jakarta. Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan bakal memberikan dukungan kepada Ahok untuk kembali duduk menjadi gubernur DKI Jakarta.

"Sekarang begini ya, kalau kriteria Gubernur Jakarta itu sebenarnya Ahok itu sudah pas untuk kami Demokrat. Elektabilitas dia, popularitas dia, ketegasan dia memimpin daerah itu sangat pas," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (03/15).

Dia menambahkan terkait masalah ini, tengah dibicarakan dalam internal Partai berlambang bintang mer-c tersebut. Meski demikian kata dia, Ahok hanya tinggal memperbaiki cara berkomunikasinya. 

"Tetapi didalam berkomunikasi dengan kami tentunya kalau beliau itu ingin mendapatkan dukungan resmi tentunya beliau itu tahu lah caranya apa yang terbaik yang harus dilakukan ya. Tidak umpamanya dengan seperti mengatakan yang kemarin walau pun sudah diralat yah, mengenai uang mahar ratusan miliar yang itu membuat kami terheran-heran," ujarnya. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.