covid-19

Harlah ke-70, Muslimat NU Bertekad Perkuat Perjuangan

Khofifah menyatakan, sejak 70 tahun lalu, telah banyak kontribusi riil dari Muslimat NU, di antaranya di bidang pendidikan dan kesehatan.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 26 Mar 2016 20:22 WIB

 Harlah ke-70, Muslimat NU Bertekad Perkuat Perjuangan

Presiden Joko Widodo Hadiri Harlah ke-70 Muslimah NU di Malang, Jawa Timur. (Foto: Biro Pers Istana)

KBR, Malang - Muslimat NU bertekad meneruskan perjuangan yang bermanfaat bagi bangsa. Hal ini dinyatakan Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa pada hari lahir lembaga tersebut yang ke-70 di Gajayana, Malang, Jawa TImur. Acara tersebut juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanna Yambise, istri almarhum Gus Dur Shinta Nuriyah Wahid, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

"Suasana politik sudah membuka ruang kesetaraan perlakuan bagi semua warga bangsa, maka saatnya kita lebih menguatkan perjuangan kita, agar hikmat Muslimat lebih kuat lagi dirasakan manfaatnya, bagi agama bangsa dan negara," kata Khofifah di depan 50 ribu kader muslimat NU, Sabtu (26/03/2016).

Khofifah menyatakan, sejak 70 tahun lalu, telah banyak kontribusi riil dari Muslimat NU, di antaranya di bidang pendidikan dan kesehatan.

"Cara muslimat mencintai bangsa ini adalah dengan mendidik anak-anak bangsa, muslimat memiliki tekad, 9800 TK, 13 ribu TPA, 4600 PAUD, muslimat sejak 1950 telah memberantas buta aksara bagi perempuan usia produktif, menyantuni yatim dan kurang mampu, melayani ibu dan anak," ujar Menteri Sosial ini.

Selain itu, Khofifah menekankan organisasi perempuan ini dikenal memiliki kiprah gemilang dalam ranah politik. Muslimat NU, secara konsisten memperjuangkan keterwakilan perempuan dalam politik, salah satunya di parlemen.

"Muslimat NU tahun 1954 telah mengirim rekomendasi pada Partai NU, agar diprioritaskan jadi anggota DPR. Maka pada Pemilu 1955, keterwakilan perempuan di DPR tertinggi adalah dari Partai NU, dari Muslimat NU, begitu juga keterwakilan di jaman Konstituante dan DPRGR," tutur Khofifah.

Dalam harlah tersebut, juga dideklarasikan laskar antinarkoba Muslimat NU dengan menggandeng Ivan Slank sebagai figur.

Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ramai Cukai Rokok Mau Naik, Apa Kata Pakar dan DPR?