1 April, Pemerintah Turunkan Harga BBM

Sudirman Said juga mengatakan, penurunan harga BBM tidak akan lebih dari Rp 1000. Rencananya, penurunan harga BBM itu akan diumumkan pada awal pekan depan.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 24 Mar 2016 19:19 WIB

Author

Dian Kurniati

1 April, Pemerintah Turunkan Harga BBM

Antrean pembelian BBM di SPBU Pertamina. Antara Foto

KBR, Jakarta – Pemerintah akan kembali menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) 1 April 2016. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengatakan, penurunan harga BBM itu merupakan hasil evaluasi per tiga bulan.

“Kita tetap konsisten melakukan peninjauan harga BBM setiap tiga bulan. Jadi kebijakan yang sudah ada itu, tetap akan kita pegang. Nanti pada waktu 1 April akan kami keluarkan Kepmen untuk menetapkan harga BBM untuk periode 1 April sampai dengan 30 Juni. Jadi, suatu konsistensi,” kata Sudirman di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (24/03/16).

Sudirman juga mengatakan, penurunan harga BBM tidak akan lebih dari Rp 1000. Rencananya, penurunan harga BBM itu akan diumumkan pada awal pekan depan.

Ia juga menyebut harga BBM dipengaruhi tiga faktor, yaitu harga minyak dunia, kurs rupiah terhadap dolar, dan efisiensi mata rantai pasokan BBM yang semakin hari kian efisien. Kata Sudirman, mata rantai pasokan BBM semakin baik dan stabil serta terjadi penurunan harga minyak dunia. Saat ini, Premium dipatok Rp 7.050 dengan harga keekonomian Rp 7.650, sedangkan Solar dihargai Rp 5.650 dengan harga keekonomian Rp 5.620.

Kata dia, pemerintah lebih berhati-hati menentukan harga karena berupaya menjaga stabilitas harga BBM. Maksudnya, jika saat ini ada penurunan harga, jangan sampai jelang Lebaran nanti justru ada kenaikan harga. Sehingga, pemerintah akan merumuskan formula harga untuk BBM, yang besarannya bisa tidak persis dengan harga keekonomian. Dengan demikian, tetap akan ada simpanan untuk antisipasi seandainya harga minyak mengalami kenaikan.



Editor: Quinawaty Pasaribu 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Sebut Sertifikasi Layak Nikah Tak Wajib