TNI Klaim Masyarakat Poso Dukung Latihan Perang

TNI mengklaim latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di hutan Gunung Biru, Poso, Sulawesi Tengah didukung masyarakat sekitar.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 31 Mar 2015 08:41 WIB

Author

Damar Ferry

TNI Klaim Masyarakat Poso Dukung Latihan Perang

Sejumlah personil TNI AD memeriksa rumah warga untuk memastikan telah kosong dan mengungsi di desa Ueralulu, Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah, Senin (30/3). Sekitar 900 kepala keluarga yang berada

KBR, Jakarta - TNI mengklaim latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di hutan Gunung Biru, Poso, Sulawesi Tengah didukung masyarakat sekitar. 

Menurut Juru Bicara TNI, Fuad Basya, tidak sedikit masyarakat yang meminta TNI melakukan latihan lebih besar di daerahnya. Apalagi, lokasi tempur TNI saat ini kerap digunakan sebagai tempat latihan maupun persembunyian teroris. Fuad memastikan, pelatihan perang ini tidak menyebabkan warga trauma maupun terluka.

”Masyarakat desa kumpul semua. Mereka malah minta latihan yang lebih besar di sini. Senang semua ini. Target dari latihan ini PPRC siap melaksanakan tugas di seluruh Indonesia. Selanjutnya ada operasi teritorial. Tujuannya mengendalikan kerusakan daerah. Yang tadinya rusak bekas kena tembak, kita perbaiki,” papar Fuad kepada KBR, Selasa (31/3/2015). 

Sebelumnya, TNI menggelar latihan pasukan sejak 22 Maret lalu dan berakhir hari ini. Latihan ini melibatkan 3 ribu lebih personel TNI dari tiga angkatan perang. Panglima TNI Moeldoko mengakui, Poso dipilih karena kerap digunakan kelompok radikal. Apalagi saat ini tengah ramai WNI yang memilih gabung dengan gerakan radikal ISIS.

Editor: Antonius Eko  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme