PT Semen Indonesia Siap Hentikan Pembangunan Pabrik di Rembang

Manajer proyek pembangunan pabrik semen di Rembang menegaskan pihaknya akan patuh terhadap putusan hukum

BERITA , NASIONAL

Sabtu, 28 Mar 2015 17:09 WIB

Author

Musyafa

Perempuan Rembang berkumpul di tenda untuk memprotes pendirian pabrik PT Semen Indonesia di Tegal Do

Perempuan Rembang berkumpul di tenda untuk memprotes pendirian pabrik PT Semen Indonesia di Tegal Dowo, Gunem, Rembang, Jawa Tengah, Selasa (17/6). Foto:ANTARA

KBR, Rembang - PT Semen Indonesia siap menghentikan proyek pembangunan pabrik semen di Kab. Rembang - Jawa Tengah, apabila kalah dalam sidang gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Heru Indra Wijayanto, general manajer proyek pembangunan pabrik semen di Rembang menegaskan pihaknya akan patuh terhadap putusan hukum. Namun ia menganggap selama ini sangat jarang ada proyek industri besar kalah dalam gugatan PTUN. 

“Akan kami hentikan, artinya sebagai kerugian negara. Tapi pertanyaannya apakah pernah terjadi pada industri besar, jawabannya tidak pernah. Nah..sejak awal kami sangat ingin bisa duduk bersama dengan pihak penggugat. Membicarakan masalah sosial dan lingkungan“ ungkapnya kepada KBR, Sabtu (28/3/2015). 

Sebelumnya, pabrik semen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut digugat oleh masyarakat Rembang dan para pegiat lingkungan. Perusahaan digugat karena proses analisis mengenai dampak lingkungan atau Amdal tidak transparan dan belum melibatkan seluruh masyarakat. Para ahli antara penggugat dan tergugat sudah memberikan kesaksian pada persidangan. 

Editor: Malika 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Bagaimana Kinerja KPK Setelah Komisioner Kembalikan Mandat?