Earth Hour Hanya Kurangi 3 persen Beban PLN

Tidak besar sih hanya 2 hingga 3 persen. Tapi masih relevan lah untuk mengurangi beban pembangkit PLN,

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 28 Mar 2015 21:01 WIB

Author

Gun Gun Gunawan

Earth Hour Hanya Kurangi 3 persen Beban PLN

KBR,Jakarta - Pemadaman lampu serempak saat peringatan earth hour tidak banyak menghemat listrik. Juru bicara PLN Bambang Dwiyanto mengatakan, pemadaman serentak tahun lalu di area Jawa dan Bali hanya menghemat 2,5 hingga 3 persen beban PLN. Namun demikian, menurut Bambang hal tersebut cukup membantu PLN.

Beban tahun lalu saat earth hour malam minggu itu sekitar 19 ribu MW. Penurunannya 500 MW. Tidak besar sih hanya 2 hingga 3 persen. Tapi masih relevan lah untuk mengurangi beban pembangkit PLN," kata Bambang.

Juru bicara PLN Bambang Dwiyanto menambahkan, PLN mendukung gerakan earth hour. Kata dia, PLN memadamkan seluruh lampu di semua kantor cabang selama satu jam mulai pukul 23.00. Selain itu, PLN juga menghimbau seluruh karyawan melakukan hal serupa di rumahnya.

Earth Hour yang digagas oleh World Wide Fund for Nature (WWF) ini sudah berlangsung sejak tahun 2007 silam. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya lima ikon Jakarta dipadamkan saat acara berlangsung, yakni Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Bundaran Hotel Indonesia dan air mancurnya, kawasan Monas tanpa tugunya, air mancur Arjuna Wiwaha dekat Indosat, dan Patung Pemuda. Selain lima ikon tersebut, beberapa lampu jalan di jalan layang di Ibu Kota juga dipadamkan saat Earth Hour. Lampu yang akan dimatikan seperti di sepanjang Jl Sudirman-Jl MH Thamrin, lampu di sepanjang Jl Gatot Subroto-Jl HR Rasuna Said, serta lampu papan reklame milik Pemprov DKI. 

Editor: Malika 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8