Besok, Jokowi Hadiri Perayaan Nyepi di Prambanan

15 ribu umat Hindu akan menghadiri puncak perayaan.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 19 Mar 2015 17:51 WIB

Author

Febriana Sinta

Ogoh-ogoh (foto: Antara)

Sejumlah pemuda mengarak Ogoh-Ogoh atau boneka raksasa yang melambangkan sifat-sifat buruk dalam Festival Ogoh-Ogoh 2015 menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1937 di Desa Tegallalang, Gianyar, Bali, K

KBR, Yogyakarta - Presiden Joko Widodo dipastikan menghadiri puncak perayaan Nyepi di Candi Prambanan, Jumat (20/3) besok.

Tim Pengarah Panitia Nyepi Tahun Baru Saka 1937, Agung Suryahadi mengatakan, Jokowi direncanakan hadir di Komplek Candi Prambanan pukul 08.00 WIB untuk melihat langsung Upacara Tawur Agung Kesanga yang diadakan satu hari sebelum Hari Raya Nyepi.

"Rencana kedatangan Pak Jokowi sudah direncanakan sejak Februari lalu. Acara diperkirakan berlangsung selama dua jam mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB," ujar Agung melalui telepon, Kamis (19/3).

Puncak perayaan Hari Raya Nyepi yang dilakukan di Prambanan ini akan dihadiri 15 ribu umat Hindu dari sekitar DIY dan Jawa Tengah. 

Perayaan Nyepi yang dilakukan di Candi Prambanan ini merupakan perayaan yang kedua kalinya. Sebelumnya pada era Presiden Gus Dur juga dilakukan di candi yang terletak di perbatasan DIY dan Jawa Tengah ini.

Selain itu juga akan dilakukan kirab budaya yang dimulai dengan proses ritual di Kompleks Candi, dan pawai Ogoh-Ogoh di Jalan Malioboro.

Jokowi sendiri selain acara di Candi Prambanan, dijadwalkan akan melakukan salat Jumat bersama Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Masjid Kauman yang terletak di dekat Kraton Yogyakarta.

Juru bicara Kantor Gubernur DIY Iswanto mengatakan, saat ini ada tiga masjid yang telah disiapkan untuk salat Jumat yaitu di Masjid Komplek Korem 072, Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta, dan Masjid Kauman.

“Namun yang pasti Pak Presiden akan bersama Pak Sultan salat di sekitar Kraton bersama masyarakat," pungkasnya. 

Editor: Anto Sidharta 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak