Tim Pakar Seleksi Hakim MK Dititipin Pertanyaan

KBR68H, Jakarta - Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan Mahkamah Konstitusi (MK) memastikan akan terus memantau seleksi pemilihan calon hakim MK.

NASIONAL

Senin, 03 Mar 2014 13:39 WIB

Author

Nur Azizah

Tim Pakar Seleksi Hakim MK Dititipin Pertanyaan

seleski mk, hakim mk, calon hakim, korupsi mk, komisi hukum

KBR68H, Jakarta - Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan Mahkamah Konstitusi (MK) memastikan akan terus memantau seleksi pemilihan calon hakim MK.

Menurut Koordinator Koalisi Erwin Natosmal Oemar, mereka sudah menitipkan sejumlah pertanyaan kepada tim pakar yang akan menguji para calon hakim MK mulai hari ini. Erwin berharap hasil penelusuran tim koalisi menjadi acuan penetapan hakim MK.

"Pertama yang dilakukan memantau proses seleksi, yang kedua kita juga sudah mengirimkan pertanyaan kepada tim pakar dan DPR untuk menggali lebih dalam soal kompetensi mereka. Yang ketiga kita memberikan pandangan kita di sela waktunya mepet ini kepada tim pakar. Harapannya, titipan pertanyaan ini bisa menjadi pertimbangan bagi mereka dalam mengambil keputusan," terang Erwin yang dihubungi KBR68H, Senin (03/03).

Koordinator Koalisi Erwin Natosmal Oemar menambahkan, pihaknya juga mendesak DPR untuk mencoret politisi Dimyati Natakusuma dari daftar calon hakim konstitusi. Koalisi menilai politisi tidak akan independen dalam memutuskan sengketa Pilkada. Apalagi, kata Erwin, Dimyati pernah terlibat kasus pelecehan seksual saat menjabat sebagai Bupati di daerah Banten. Dimyati bahkan pernah tersangkut perkara korupsi penggelapan dana bank Jabar sebesar ratusan miliar rupiah.

Mulai hari ini komisi hukum DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap 11 calon hakim konstitusi. Satu orang calon, Ermansjah Djaja yang merupakan Doktor Ilmu Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya memilih mundur dari seleksi tersebut.

Editor: Rony Rahmatha

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia

Pahlawan Gambut

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10