SMS Ini Diharapkan Tekan Angka Golput

Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) meluncurkan program SMS Broadcast atau pesan singkat massal khusus Pemilu 2014. Pesan singkat itu berisi slogan menyukseskan pemilu dan ajakan mencoblos pada 9 April mendatang.

NASIONAL

Senin, 24 Mar 2014 20:54 WIB

Author

Rio Tuasikal

SMS Ini Diharapkan Tekan Angka Golput

SMS, Tekan Angka Golput, Tifatul

KBR68H, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) meluncurkan program SMS Broadcast atau pesan singkat massal khusus Pemilu 2014. Pesan singkat itu berisi slogan menyukseskan pemilu dan ajakan mencoblos pada 9 April mendatang.

Menteri Komunikasi, Tifatul Sembiring optimistis pesan singkat massal itu akan mengurangi angka golput yang belakangan semakin bertambah. Pesan singkat ini akan masuk ke seluruh nomor aktif di Indonesia yang berjumlah 275 juta.

"Dengan Bismillah, saya nyatakan sms broadcast untuk sosialisasi Pemilu 2014, dengan resmi saya nyatakan dimulai sampai 31 Maret 2014," kata Tifatul yang lalu menekan sirene bersama pemimpin KPU dan Bawaslu, Senin (24/3) sore.

Menteri Komunikasi, Tifatul Sembiring menambahkan, seluruh operator wajib menyiarkan pesan singkat ini. Pesan tersebut akan disiarkan secara berkala dan setiap nomor setidaknya akan dapat satu kali.

Tifatul mengakui bahwa dari 275 juta nomor, ada juga yang siswa SMP yang belum punya hak pilih. Namun kata dia, itu bukan masalah, sebab mayoritas pemilik telepon selular adalah pemilih. Tifatul juga memastikan bahwa program ini tidak memakan uang negara.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Pandemi dan Dampak Pada Kesehatan Mental Siswa

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Menanti Perhatian pada Kesehatan Mental Pelajar

Kabar Baru Jam 10