Rencana Kebijakan Bank Sentral AS Cemaskan Pengusaha Indonesia

KBR68h, Jakarta - Para pengusaha di Indonesia cemas dengan rencana Bank Sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuan. Mereka khawatir Bank Indonesia ikut menaikan suku bunganya sehingga ongkos kredit (pinjaman) bank jadi semakin mahal.

NASIONAL

Sabtu, 22 Mar 2014 23:30 WIB

Author

Khusnul Khotimah

Rencana Kebijakan Bank Sentral AS Cemaskan Pengusaha Indonesia

Ekonomi, suku bunga, pengusaha, APINDO, Bank Indonesia

KBR68h, Jakarta - Para pengusaha di Indonesia cemas dengan rencana Bank Sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuan.

Mereka khawatir Bank Indonesia ikut menaikkan suku bunganya sehingga ongkos kredit (pinjaman) bank jadi semakin mahal.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) pun minta perbankan tidak bersikap berlebihan saat menyikapi kebijakan yang mungkin akan diputuskan Bank Indonesia nanti.

Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi mengatakan tanpa menaikkan bunga, perbankan sudah mendapatkan untung yang tinggi. Karena itu ia berharap bank mau memahami kondisi para pengusaha yang kini terbebani dengan ongkos kredit yang mahal.

“Sebenarnya bisa juga, di mana kalaupun BI Rate dinaikkan, bank-bank jangan menaikkan dia punya bunga. Saya harapkan bank-bank jangan terlalu cari untung dong. Kalau semua naik kan pengusaha tidak bisa bersaing lagi," kata Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi.

Sofjan menambahkan, pelaku usaha sebenarnya berharap Bank Indonesia tak menaikkan lagi suku bunga (BI Rate). Namun pihaknya dapat memahami jika hal itu dilakukan karena Bank Indonesia harus mengantisipasi pelarian arus modal asing dari Indonesia.

Sebelumnya Bank Sentral Amerika Serikat berencana mempercepat rencana menaikkan suku bunganya yakni sekira enam bulan sebelumnya dari yang semula direncanakan pada Januari 2015.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada