Polri Usut Laporan Politik Uang di Jatim

KBR68H, Jakarta - Kepolisian menerima sejumlah laporan mengenai tindak pidana pemilu berupa politik uang.

NASIONAL

Selasa, 18 Mar 2014 15:18 WIB

Author

Abu Pane

Polri Usut Laporan Politik Uang di Jatim

Kampanye, Partai Politik, Politik Uang

KBR68H, Jakarta - Kepolisian menerima sejumlah laporan mengenai tindak pidana pemilu berupa politik uang (Baca: Karena Uang Bukan Segalanya). Laporan itu antara lain terjadi di Sidoarjo dan sejumlah tempat lain di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kepala Kepolisian Indonesia Sutarman menjanjikan bakal menindak pelaku politik uang yang merupakan pelanggaran hukum pidana. Salah satunya, sebut Sutarman, di Sidoarjo ada calon anggota legislatif yang membagi-bagi uang kepada warga agar ia terpilih sebagai anggota legislatif.

"Ada beberapa laporan money politik. Di Sidoarjo misalnya sudah ada laporan mana tentang money politik. Dan juga ada beberapa daerah lain. Itu kita evaluasi terus. Evaluasi tahun 2009 lalu pelanggaran terbanyak juga money politik. Tentu itu selain di sampaing pelanggaran lain seperti merusak tanda gambar. Partai mana saja yang melakukan money politik? Saya tidak akan mau melihat dari partai-partai mana saja. Tapi jumlahnya saja yang menimbulkan ini itu. Jadi seolah-olah nyerang ini itu, saya tidak mau," ujar Sutarman di Jakarta, Selasa (18/3).

Kepala Kepolisian Indonesia Sutarman menambahkan, saat ini pihaknya masih menyelidiki dugaan politik uang yang dilakukan sejumlah Caleg. Pelaku politik uang terancam hukuman enam bulan penjara jika terbukti melanggar Undang Undang Pemilu. Sutarman juga mengimbau agar warga aktif melaporkan Caleg yang membagi-bagikan uang untuk pemenangannya.

Sementara itu Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Sidoarjo saat ini akan mengusut dugaan politik uang yang dilakukan Gatot Sutantra, calon legislator dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Aksi sebar uang Gatot terjadi dalam kampanye terbuka di area parkir timur Gelora Delta Sidoarjo, hari Minggu lalu. Calon anggota DPRD Jawa Timur itu menyebar ratusan lembar uang pecahan Rp 5 ribu dan Rp 50 ribu ke arah kerumunan orang. Aksi sebar uang itu juga dilakukan seorang calon lain.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pengelolaan Sisa Anggaran Lebih Kembali Disorot