Polri Bakal Evaluasi Pemberian Senjata Untuk Satuan Yanma

Kepolisian Indonesia bakal mengevaluasi pemberian senjata untuk anggotanya yang bertugas di Satuan Yanma (Pelayanan Markas).

NASIONAL

Jumat, 21 Mar 2014 14:27 WIB

Author

Erric Permana

Polri Bakal Evaluasi Pemberian Senjata Untuk Satuan Yanma

senjata, polri, pamudji, tewas

KBR68H, Jakarta– Kepolisian Indonesia bakal mengevaluasi pemberian senjata untuk anggotanya yang bertugas di Satuan Yanma (Pelayanan Markas). Upaya ini dilakukan menyusul tewasnya Kepala Yanma Polda Metro Jaya Pamudji beberapa hari lalu. Evaluasi dilakukan untuk mengkaji ulang perlu tidaknya personel satuan Yanma dilengkapi senjata api.  Padahal Juru bicara Kepolisian Indonesia Ronny Sompie mengatakan, senjata api hanya diberikan ke sejumlah anggota Yanma untuk menjaga keamanan kantor atau markas. Satuan Yanma merupakan satuan yang berada di markas untuk melayani keperluan anggota polri.

“Untuk menjaga kantor Polda memang perlu dilengkapi penjagaannya, tidak semua anggotanya diberikan senjata api untuk menjaga keamanan. Tapi ketika istirahat senjata itu diserahkan kembali kepada pelaksana tugas berikutnya. Jadi itu yang kalau memang evaluasi, kita sedang melakukan evaluasi ke sana,” ujar Ronny saat berbincang di Program Sarapan Pagi KBR68H.

Selasa lalu Kepala Yanma Polda Metro Jaya Pamudji diduga tewas ditembak oleh anak buahnya bernama Susanto. Namun, Susanto berkelit dan menyebut Pamudji tewas lantaran bunuh diri. Saat ini kepolisian masih menyelidiki kasus itu. Namun, menurut hasil pemeriksaan kejiwaan terhadap Susanto, Polda Metro tidak menemukan ada kelainan pada psikis Susanto.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Sudahkah Nasabah Asuransi Terjamin?

Aji: Waspada Tapi Jangan Bunuh Ular

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13