Bagikan:

Polri Siapkan Tim Identifikasi WNI Korban Hilangnya Malaysia Airlines

Kepolisian Indonesia menyiapkan tim identifikasi bagi korban hilang pesawat Malaysia Airlines.

NASIONAL

Senin, 10 Mar 2014 20:26 WIB

Polri Siapkan Tim Identifikasi WNI Korban Hilangnya Malaysia Airlines

Polri, Identifikasi, Malaysia Airlines

KBR68H, Jakarta - Kepolisian Indonesia menyiapkan tim identifikasi bagi korban hilang pesawat Malaysia Airlines.

Direktur Eksekutif Tim Identifikasi Korban Kepolisian Indonesia, Anton Castilani mengatakan, divisinya sudah menyiapkan enam orang dalam tim tersebut. Meski begitu kata dia, hingga kini belum ada permintaan langsung dari Pemerintah Malaysia untuk mengirimkan tim identifikasi tersebut.

"Meyakinkan memang ada warga negara Indonesia itu diidentifikasi sesuai dengan prosedur yang berlaku. Jadi ini kembali lagi, pertama itu ante mortem-nya (data jenazah sebelum kematian., red.) itu kita siapkan, lalu tim (penyelidikan) post morthem-nya (data jenazah sesudah kematian, red.) itu kita siapkan 6 orang. Satu Komandannya, yang kedua ahli phatologi forensik, ada orthodo forensik, ada ahli DNA ditambah dua teknisi nanti," ujar Anton Castilani di Mabes Polri

Direktur Eksekutif Tim Identifikasi Korban Kepolisian Indonesia, Anton Castilani menambahkan, saat ini pihaknya masih mengumpulkan data-data dari para penumpang Malaysia Airlines. Namun ia menyatakan jika masih ada tiga penumpang yang belum dapat diambil data pembandingnya. Ini karena sulitnya melacak alamat keluarga penumpang pesawat tersebut.

Hingga kini, polisi baru bisa mengumpulkan data pembanding dari empat penumpang yang berasal dari Medan dan Jakarta. Sebanyak tujuh WNI diduga berada dalam pesawat Malaysia Airlines yang terbang ke Beijing pada Jumat dini hari lalu. Pesawat berpenumpang 239 tersebut dinyatakan hilang di perairan Laut Cina Selatan.

Dugaan Terorisme di Malaysia Airlines

Sementara itu, terkait dengan dugaan aksi terorisme dalam hilangnya pesawat itu, Kapolri, Sutarman mengatakan, pihaknya akan melacak data paspor palsu milik dua penumpang Malaysia Airlines. Polri mendata soal kemungkinan keberadaan kedua orang itu di Indonesia. Untuk itu, kata Sutarman, Polri bekerja sama dengan Interpol.

"Kita punya kerjasama dengan interpol, apabila dibutuhkan itukan masuknya ke mana, kemudian data itu dari mana, masuk ke kita. Mungkin itu seluruh kerja sama akan kita lakukan. Apapun kita kan punya kerjasama interpol kan, diminta atau tidak minta kita harus mencari di Indonesia. Seperti DVI (Disaster Victim Identification atau prosedur untuk mengidentifikasi jenazah, red.) tadi, data antemorpem-nya sudah kita kirim ke Malaysia," ujar Sutarman.

Kasus penggunaan paspor palsu ini juga sebelumnya sudah diselidiki oleh badan intelijen Amerika Serikat, FBI dan Otoritas Penerbangan Malaysia, yang biasa disebut DCA.

Pesawat Malaysia Airlines yang berpenumpang 239 dinyatakan hilang saat memasuki wilayah Laut Cina Selatan. Dari ratusan penumpang itu, dua penumpang diduga mengguanakan paspor palsu. Dua paspor tersebut tercatat atas nama Christian Kozel, warga negara Austria dan Luigi Maraldi, warga negara Italia.

Editor: Anto Sidharta

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Catatan untuk TNI

Most Popular / Trending