PLN: Earth Hour 2014 Hemat 1 Miliar Rupiah

KBR68H Jakarta - Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengaku mampu menghemat 1 miliar rupiah atau 2,5 persen saat pelaksanaan Earth Hour kemarin malam di Jawa-Bali.

NASIONAL

Senin, 31 Mar 2014 17:07 WIB

Author

Ninik Yuniati

PLN: Earth Hour 2014 Hemat 1 Miliar Rupiah

Earth Hour, PLN, Listrik

KBR68H Jakarta - Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengaku mampu menghemat 1 miliar rupiah atau 2,5 persen saat pelaksanaan Earth Hour kemarin malam di Jawa-Bali. (Baca:Mal di Malang Siap Ber-Earth Hour). Juru bicara PLN, Bambang Dwiyanto mengatakan, saat Earth Hour beban listrik turun hingga 500 MegaWatt. Padahal pada pekan lalu di hari dan jam yang sama mencapai 15 ribu MegaWatt. Penghitungan besaran itu dikalkulasi berdasarkan asumsi biaya produksi dua ribu rupiah per kilowatt per jam. Dalam aksi itu, Jakarta dan Banten merupakan dua kota yang paling tinggi penghematannya. Namun, penghematan tahun ini tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Penghematan tertinggi sebesar 5 persen pernah dicapai tahun 2012.

"Memang ini dibandingkan dengan beban Jawa-Bali yang pada malam minggu itu bebannya 15 ribu 800an, kalau dilihat dari prosentasi hanya sekitar 2,5 persen. Kalau dilihat prosentase beban Jawa Bali. Tapi kalau dilihat dari rupiah, itu bisa hemat sekitar 1 miliar rupiah lah," kata Bambang Dwiyanto kepada KBR68H, (30/3).

Juru bicara PLN Bambang Dwiyanto menambahkan, di daerah luar Jawa seperti Sumatra tidak terjadi penurunan, bahkan beban listrik cenderung naik. Ia beralasan, kondisi di Sumatera berbeda dengan di Jawa, di mana pasokan listrik relatif terbatas. Karenanya, penduduk Sumatra akan memanfaatkan semaksimal mungkin bila ada tambahan pasokan listrik. Di samping itu, menurut Bambang, kampanye Earth Hour kurang bergema karena adanya libur panjang. Kampanye Earth Hour diinisiasi oleh WWF dengan mengajak masyarakat melakukan penghematan listrik. Lebih dari 30 kota berpartisipasi melakukan pemadaman listrik selama satu jam, antara pukul 20.30 sampai dengan 21.30 WIB.



Editor: Rumondang Nainggolan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8