Pemerintah Dampingi WNI Tuntut Ganti Rugi ke Malaysia Airlines

Maskapai Malaysia Airlines (MAS) diminta membayar uang ganti rugi korban jatuhnya pesawat MH 370 sesuai aturan.

NASIONAL

Selasa, 25 Mar 2014 21:18 WIB

Author

Abu Pane dan Rio Tuasikal

Pemerintah Dampingi WNI Tuntut Ganti Rugi ke Malaysia Airlines

Pemerintah, Ganti Rugi, Malaysia Airlines, Djoko Suyanto

KBR68H, Jakarta - Maskapai Malaysia Airlines (MAS) diminta membayar uang ganti rugi korban jatuhnya pesawat  MH 370 sesuai aturan. (Baca: Malaysia Bantah Tuduhan Beri Informasi Palsu soal Jatuhnya Malaysian Airlines)

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto menegaskan, Indonesia akan mengawal proses pembayaran ganti rugi hingga tuntas. Hal ini untuk memastikan hak keluarga tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) yang menumpangi pesawat tersebut terpenuhi.

"Ganti rugi yang bertanggungjawab adalah maskapai penerbangan. Itu aturan yang berlaku seperti itu. Pasti Kementerian Luar Negeri akan melakukan pendampingan untuk mengawal prosesnya. Ini kan bukan hanya dari Indonesia penumpangnya. Namun ada negara-negara lain, khususnya Cina yang jauh lebih besar penumpangnya. Tapi kita akan terus melakukan pendampingan pada keluarga korban agar terhubungkan dengan pihak Malaysia Airlines," ujar Djoko di Jakarta, Selasa (25/3).

Maskapai Malaysia Airlines (MAS) mengklaim sudah menyiapkan biaya ganti rugi Rp 56 juta rupiah untuk masing-masing keluarga korban jatuhnya pesawat MH 370. Pemimpin MAS Ahmad Jauhari Yahya berjanji menambah biaya ganti rugi tersebut.

Ada yang Disembunyikan Pemerintah Malaysia


Sementara itu,  pengamat penerbangan Dudi Sudibyo mencurigai ada hal yang ditutup-tutupi seputar kecelakaan Malaysia Airlines MH370. Ini menyusul klaim TNI yang menyebut tidak menangkap posisi pesawat Malaysia Airlines. Dudi mengatakan, semua pesawat pasti bisa dilacak walaupun alat pengirim sinyal  MH370 dimatikan.

"Tak ada pesawat yang tak terdeteksi oleh radar, kecuali pesawat siluman Stealth. Stealth pun masih bisa dideteksi oleh radar khusus. Apalagi pesawat besar yang bukan siluman. Kalau boleh mengatakan, ada sesuatu yang misterius dari peristiwa ini," ungkap Dudi Sudibyo.

TNI AU menyatakan radarnya tidak menangkap posisi MH370 yang kabarnya melewati wilayah Indonesia. TNI memastikan radarnya dalam kondisi baik dan bekerja 24 jam.

Malaysia Airlines MH370 hilang sejak 8 Maret 2014. Pemerintah Malaysia berkesimpulan pesawat jatuh di Samudra Hindia. Malaysia menyatakan tak ada penumpang dan awak pesawat yang selamat.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri