MA Siap Kembalikan Suvenir iPod

Mahkamah Agung mengklaim siap mengembalikan cinderamata berupa piranti pemutar musik iPod ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Cinderamata itu sebelumnya didapat para hakim agung saat menghadiri resepsi pernikahan putera Sekretaris MA, Nurhadi.

NASIONAL

Kamis, 20 Mar 2014 21:12 WIB

Author

Indra Nasution

MA Siap Kembalikan Suvenir iPod

MA, Suvenir Ipod

KBR68H, Jakarta - Mahkamah Agung mengklaim siap mengembalikan cinderamata berupa piranti pemutar musik iPod ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Cinderamata itu sebelumnya didapat para hakim agung saat menghadiri resepsi pernikahan putera Sekretaris MA, Nurhadi.

Hakim Mahkamah Agung, Gayus Lumbuun mengatakan, kedatangan ke KPK Kamis ini (20/3) untuk mengklarifikasi hal tersebut.

“Mengklarifikasi dugaan gratifikasi berkaitan dengan souvenir iPod, nanti akan saya jelaskan setelah bertemu KPK, kami belum melaporkan, sekarang baru melaporkan, mengklarifikasi tepatnya, (Jika diminta, MA bersedia menyerahkan?) ya kita lihat apa putusan nanti,” kata Gayus di KPK

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi akan mempelajari dugaan gratifikasi dalam pemberian piranti pemutar musik iPod ini.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, hasilnya akan diumumkan setelah KPK mentelaah selama 30 hari ke depan.

“Maksud dan tujuannya untuk berdiskusi penerimaan iPod, ketika berlangsung pesta pernikahan putri anak Sekretaris Mahkamah Agung, dari diskusi tadi ada kesimpulan mereka akan melaporkan iPod tersebut,” kata Johan di KPK

Resepsi pernikahan putera Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi dinilai berlebihan. Ini karena 2500 tamu undangan yang kebanyakan juga pejabat negara dan PNS menerima bingkisan berupa alat pemutar musik digital iPod. Harga iPod itu di pasaran hampir Rp 700 ribu. Dalam resepsi yang digelar Sabtu lalu itu juga dihadiri Wakil Presiden Boediono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Keluarkan Biaya Sendiri untuk Visum

Tantangan Dalam Reintegrasi Eks-Napiter dan Orang Yang Terpapar Paham Radikalisme

Kabar Baru Jam 15