Kerjasama Dukun Beranak-Dokter Masuk Finalis Penghargaan PBB Bidang Pelayanan Publik

KBR68H, Jakarta - Lima kabupaten kota di Indonesia masuk dalam nominasi penghargaan Perserikatan Bangsa-bangsa PBB di bidang pelayanan publik. Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Mirawati Sudjono mengatakan, lima pro

NASIONAL

Senin, 24 Mar 2014 16:02 WIB

Author

Abu Sahma Pane

Kerjasama Dukun Beranak-Dokter Masuk Finalis Penghargaan PBB Bidang Pelayanan Publik

birokrasi, aparatur, PNS, pelayanan publik

KBR68H, Jakarta - Lima kabupaten kota di Indonesia masuk dalam nominasi penghargaan Perserikatan Bangsa-bangsa PBB di bidang pelayanan publik (United Nation Public Service Award).

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Mirawati Sudjono mengatakan, lima program yang masuk nominas tersebut dibuat oleh Pemerintahan Kota Yogyakarta, Surakarta (Jawa Tengah), Luwu Utara (Sulawesi Selatan), Aceh Singkil, dan Kepulauan Barru (Sulawesi Selatan).

Salah satu yang paling diandalkan adalah inovasi berupa kerjasama dukun beranak dengan dokter dalam menangani persalinan dari Pemerintah Daerah Singkil, Aceh.

"Kita kemarin memang akhir tahun tidak punya data (inovasi program Pemda). Tapi yang kita tahu kita bantu untuk memasukkannya ke lomba PBB. Akhirnya masuk ke babak final lima. Ini prestasi. Kalau yang dari Aceh Singgil itu kerjasama antara medis dan dukun beranak. Kan di luar negeri mungkin tidak ada itu dukun beranak. Jadi artinya dukun beranak bisa membantu kelahiran juga. Tetapi kan harus steril, makanya mereka dilatih. Ditambah ilmu mengenai medis yang baik," ujar Mirawati di Jakarta, Senin (14/3).

Selain inovasi tentang persalinan, Indonesia juga menyertakan program tentang distribusi guru secara merata, pelayanan terpadu, serta layanan pengaduan satu atap.

Perserikatan Bangsa-bangsa PBB akan mengumumkan pemenang penghargaan di bidang pelayanan publik pada akhir April mendatang.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11