FUI: Hari Ini Tak Ada Keonaran di Gereja St Stanislaus, Besok...

KBR68H, Jakarta - Forum Umat Islam (FUI) mengklaim tidak akan ada kekerasan pada aksi yang dilakukan pada hari ini di Gereja St Stanislaus Kostka, Kranggan, Bekasi, Jawa Barat.

NASIONAL

Sabtu, 22 Mar 2014 14:03 WIB

Author

Wiwik Ermawati

FUI: Hari Ini Tak Ada Keonaran di Gereja St Stanislaus, Besok...

stanislaus, FUI, gereja, bekasi

KBR68H, Jakarta - Forum Umat Islam (FUI) mengklaim tidak akan ada kekerasan pada aksi yang dilakukan pada hari ini di Gereja St Stanislaus Kostka, Kranggan, Bekasi, Jawa Barat.

Ketua FUI Bekasi, Bernard Abdul Jabbar mengatakan aksi yang dilakukan hari ini bertujuan untuk memantau ada atau tidaknya kegiatan pembangunan dan peribadahan gereja. Dia meminta pihak gereja untuk menghentikan kegiatan pembangunan dan peribadatan di gereja tersebut.

"Dan kita nggak pernah ada aksi-aksi anarkis, demo-demo seperti ini kalau memang tidak kemudian mereka yang memulai terlebih dahulu. Hal ini sudah kita lakukan semenjak tahun ke depan tidak akan terjadi anarkis atau tidak akan ada terjadi suatu yang kemudian kerusakan. Ini aksi damai yang kemudian mengawal hukum yang sudah ditetapkan dan masing-masing pihak harus menghormati hukum yang sudah ditetapkan itu," kata Benard saat dihubungi KBR68H

Hari ini seratusan orang dari Forum Umat Islam (FUI) mengancam menyegel Gereja St. Stanislaus Kostka Kranggan, Jatisampurna, Bekasi Jawa Barat. Salah satu tuntutan yang mereka inginkan yaitu penghentian pembangunan gereja. Sementara Panitia Pembangunan Gereja St. Stanislaus Kostka Kranggan, Bekasi, Jawa Barat menyatakan tetap melanjutkan pembangunan meskipun sudah ada vonis pencabutan IMB dari PTUN Bandung. Ketua Pembangunan gereja, Binar Sunu beralasan, panitia masih memiliki hak membangun sebelum putusan berkekuatan hukum tetap. Sebab, pihak gereja masih akan mengajukan banding.

Editor: M Irham

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ngopi Bersama Azul Eps 38: Kementerian Baru, Atur-atur Nomenklatur

Kabar Baru Jam 15

Cek Fakta Top 5 Hoax of The Week 17-24 Agustus 2019

Kabar Baru Jam 14

Cerdaskan Petani Dengan Rumah Koran