covid-19

Apindo : Perbankan dan Asuransi Tak Siap Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean

Para pengusaha Indonesia meragukan klaim pemerintah yang menyatakan Indonesia siap bergabung dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 mendatang.

NASIONAL

Rabu, 05 Mar 2014 10:28 WIB

Apindo : Perbankan dan Asuransi Tak Siap Hadapi Masyarakat Ekonomi Asean

Masyarakat Ekonomi Asean, Perbankan, Apindo

KBR68H, Jakarta - Para pengusaha Indonesia meragukan klaim pemerintah yang menyatakan Indonesia siap bergabung dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 mendatang. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) justru menyatakan sejumlah sektor industri belum siap bersaing dalam pasar bersama ASEAN yang akan berlaku tahun depan. Misalnya industri jasa perbankan dan asuransi, serta usaha perkapalan. 


Dewan Penasihat Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Sofjan Wanandi mengatakan industri jasa yang disebutkan itu belum siap untuk bersaing dengan industri serupa dari negara-negara ASEAN lainnya. Menurutnya semua terjadi karena selama 10 tahun terakhir kebijakan ekonomi Indonesia masih bersifat sektoral, sepotong-sepotong (parsial) dan politis.


"Mereka sendiri menyatakan tidak siap, itu pimpinan-pimpinannya. Sedangkan yang perdagangan bilang bisa. Jadi, ini koordinasi pemerintah sendiri buat saya enggak jelas juga, apa benar mereka bisa? Jangan hanya ini putusan-putusan politik yang sebenarnya merugikan kita, karena ASEAN itu sebenarnya ditentukan oleh kita. Kita mau apapun sebenarnya kita bisa, karena 50 persen itu adalah kita. Jadi, jangan sampai kita jadi pembuangan daripada barang-barang dari ASEAN itu, tetapi kita hanya tidak bisa apa-apa, dan kita yang dirugikan. Jangan kita lakukan sama seperti China Free Trade Agreement seperti yang selama ini," tegas Sofjan di Sarapan Pagi KBR68H, Rabu (05/03).


Kementerian Perdagangan sebelumnya mengklaim struktur perdagangan Indonesia siap menghadapi persaingan dalam pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean 2015. Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan, hal ini dibuktikan dengan dominasi ekspor produk manufaktur Indonesia pada Januari 2014. Menurutnya produk manufaktur ini seperti mesin-mesin, peralatan mekanik, perhiasan, produk kimia, serta kertas Indonesia telah mendominasi pasar di ASEAN. 

Selain struktur ekspor yang makin sehat, struktur impor pun menurut Luthfi membaik. Dalam catatan kemendag impor migas pada Januari 2014 turun 10,4 persen dibanding Januari tahun lalu.


Editor : Sutami

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ramai Cukai Rokok Mau Naik, Apa Kata Pakar dan DPR?