Alasan MA Tolak Kembalikan Suvenir Ipod

Ikatan Hakim Mahkamah Agung menolak mengembalikan cinderamata berupa piranti pemutar musik iPod dari pernikahan anak Sekretaris MA, Nurhadi.

NASIONAL

Rabu, 19 Mar 2014 20:39 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

Alasan MA Tolak Kembalikan Suvenir Ipod

MA, Suvenir Ipod

KBR68H, Jakarta - Ikatan Hakim Mahkamah Agung menolak mengembalikan cinderamata berupa piranti pemutar musik iPod dari pernikahan anak Sekretaris MA, Nurhadi.

Ketua Ikatan Hakim MA, Gayus Lumbuun beralasan, dari bukti pembelian tercatat harga iPod hanya sekitar Rp480 ribu. Sementara peraturan MA bersama Komisi Yudisial mengatur jika yang disebut gratifikasi adalah hadiah di atas Rp500 ribu.

Kata Gayus, cinderamata iPod tersebut lebih murah dari harga pasaran saat ini yakni Rp700 ribu. Ia juga menambahkan, iPod itu dibeli pada Juli tahun lalu dengan diskon karena membeli 2.500 unit.

"Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung memutuskan ini bukan gratifikasi yang perlu disikapi dengan mengembalikan atau menyerahkan kepada KPK sebagai lembaga yang berwenang untuk menilai. Tapi rapat juga memutuskan IKAHI cabang MA diminta untuk mengklarifikasi kepada KPK dengan menunjukkan dokumen-dokumen pembelian dan contoh barang," kata Ketua IKAHI Cabang MA, Gayus Lumbuun di Media Center Mahkamah Agung RI, Rabu (19/3).

Ketua IKAHI Mahkamah Agung, Gayus Lumbuun menambahkan, cinderamata iPod itu dibeli oleh menantu Sekretaris MA. IKAHI juga menolak disebut menerima gratifikasi sebab cinderamata pernikahan tidak menyangkut pekerjaan dinas.

Keputusan tidak mengembalikan cinderamata iPod yang sebelumnya dianggap gratifikasi itu adalah hasil rapat bersama 60 hakim agung hari ini (19/3). Kata Gayus, pihaknya masih mengatur jadwal untuk bertemu KPK. IKAHI juga menyatakan siap untuk mengembalikan jika memang KPK memutuskan iPod itu sebagai gratifikasi.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kapten Barcelona Lionel Messi Lampaui Rekor Cristiano Ronaldo

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17