Ada 250 Ribu Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Sepanjang 2013

KBR68H, Jakarta - Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat hampir 250 ribu kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi sepanjang tahun 2013.

NASIONAL

Jumat, 07 Mar 2014 14:37 WIB

Author

Wiwik Ermawati

Ada 250 Ribu Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Sepanjang 2013

kekerasan perempuan, komnas perempuan, pelecehan, penyiksaan perempuan, pemerkosaan perempuan

KBR68H, Jakarta - Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat hampir 250 ribu kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi sepanjang tahun 2013.

Komisioner Komnas Perempuan Saur Tumiur Situmorang mengatakan, lebih dari setegahnya, kekerasan dilakukan oleh personal yaitu kekerasan yang dilakukan oleh suami kepada istri. Kata Saur, kekerasan yang dilakukan umumnya berupa kekerasan secara psikis atau psikologi, kekerasan ekonomi dan kekerasan secara fisik.

Sementara menurutnya sekitar 50 persen lebih kekerasan yang sering dialami perempuan yaitu kekerasan secara psikis misalnya perceraian, poligami, serta menikah di bawah umur.

“Dari 15 itu hanya tiga yang kita temukan, yang pertama itu kekerasan psikis ada 50% itu yang tertinggi. Kemudian ada kekerasan ekonomi 40%, kemudian ada kekerasan fisik itu hanya 2%. Kemudian pengadilan agama tidak mengidentifikasi adanya kekerasan seksual. Tapi barangkali kita bisa menganalisisnya itu adalah hubungan tidak harmonis barangkali karena terjadi kekerasan seksual,” kata Sur di Gedung Komnas Perempuan

Komisioner Komnas Perempuan Saur Tumiur Sitomorang menambahkan, angka kekerasan tersebut diambil dari laporan pengadilan agama dan sejumlah organisasi di 30 provinsi di Indonesia.

Selain kekerasan yang dilakukan secara personal, Komnas Perempuan juga mencatat ada sekitar ribuan kasus kekerasan yang dilakukan di ranah komunitas dan juga beberapa kasus kekerasan perempuan dalam ranah negara. Untuk Itu Komnas Perempuan berharap pemerintah tegas dalam membuat aturan yang melindungi kepentingan perempuan.


Editor : Rony Rahmatha

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Foto Ikatan Besar Mahasiswa UI Tidak Akui Jokowi - Ma'ruf Hoaks

Jokowi Didesak Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM di Periode Kedua

Kanker Payudara dan Tubuh Perempuan

Kabar Baru Jam 15