Senin, Komnas Ham Temui Panglima TNI

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan menemui Panglima TNI Agus Suhartono terkait kasus pembunuhan 4 tahanan di LP Cebongan Sleman Senin pekan depan.

NASIONAL

Sabtu, 30 Mar 2013 11:01 WIB

Author

Ade Irmansyan & Danu Mahardika

Senin, Komnas Ham Temui Panglima TNI

penembakan, lapas cebongan, kopasus

KBR68H, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan menemui Panglima TNI Agus Suhartono terkait kasus pembunuhan 4 tahanan di Lapas Cebongan Sleman Senin pekan depan. Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila mengatakan dalam pertemuan itu lembaganya akan meminta keterangan Panglima TNI soal dugaan keterlibatan anggota Kopassus di kasus pembunuhan itu. Menurut Siti Noor Laila,  pertemuan ini juga sebagai langkah Komnas HAM melakukan penyelidikan langsung ke Markas Kopassus di Jogjakarta.

"Jadi itu kan birokrasi di lembaga mereka, Kopaasus sampaikan bahwa mereka tidak bisa menemui Komnas Ham karena belum dapet izin dari Mabes, makanya Komnas Ham akan berkoordinasi dengan Mabes hari senin. Karenakan kalo lembaga lainkan sama, gak ada persoalan. jadi misalnya kaya Polda, ya Polda ga harus izin Mabes Polri. Ya mau koordinasi dulu bukan dateng langsung gitu, kita harus cari waktu, karena kan meminta juga di hadirkan Komandan Kopassusnya, Danremnya, Pangdamnya gitu" Kata Siti Noor Laila kepada KBR68H ketika di hubungi.

Sementara itu, Komisi Kepolisian  Nasional (Kompolnas) optimistis polisi sudah memiliki   bukti mengungkap dalang pembunuhan 4 narapidana di lapas Cebongan, Sleman. Anggota Kompolnas Edi Saputra Hasibuan mengatakan bukti-bukti itu mengarah kepada dugaan pembunuhan itu dilakukan Anggota Kopassus. Kompolnas terus mendukung  kepolisian daerah Yogyakarta terus mengusut kasus ini. Dia juga mendesak agar kepolisian segera mengumumkan tersangka pembunuhan itu.


"Ya sebenarnya polisi sudah memiliki cukup bukti sebetulnya bahwa ada indikasi satuan lain terlibat dalam penyerbuan itu. Kita tugasnya adalah memberi support kepada Polda Yogyakarta, dan juga kabareskrim agar bekerja keras untuk menemukan bukti-bukti lain sehingga indikasi-indikasi yang selama ini muncul bisa dipertanggung jawabkan secara baik," kata Edi saat dihubungi KBR68H, Sabtu (30/3)


Sebelumnya, Komnas HAM gagal melakukan penyelidikan langsung ke Markas Kopassus Jogjakarta. Sebab lembaga ini tidak mempunyai izin dari Panglima TNI. Sementara TNI Angkatan Darat sudah menduga anggotanya terlibat dalam pembunuhan 4 tahanan LP Sleman. TNI sendiri telah membentuk tim khu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste