Rusunawa untuk Pekerja Tidak untuk Keluarganya

Kementerian Perumahan Rakyat menyatakan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang akan dibangun pemerintah hanya diperuntukan bagi pekerja, bukan untuk seluruh anggota keluarganya.

NASIONAL

Sabtu, 16 Mar 2013 08:49 WIB

Author

Guruh Riyanto & Sasmito

Rusunawa untuk Pekerja Tidak untuk Keluarganya

rusunawa

KBR68H, Jakarta – Kementerian Perumahan Rakyat menyatakan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang akan dibangun pemerintah hanya diperuntukan bagi pekerja, bukan untuk seluruh anggota keluarganya. Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan, rusunawa dapat menampung lebih banyak jika hanya diperuntukan bagi pekerja. Menurutnya, keluarga para pekerja akan lebih sejahtera jika tetap tinggal di desa asal.

"Biaya hidup di tempat asal jauh lebih murah dibanding tempat mereka bekerja. Bayangkan, dari tahun 2005 kita sudah membangun hampir 50 rumah susun untuk keluarga. Satu cuma untuk 80 keluarga. Sekarang kalau kita bikin 35 kali 660 itu banyak, langsung 20 ribu pekerja yang bisa tertampung," ujar Djan.

Sementara itu, Pemerintah pusat harus menerapkan hukuman dan penghargaan kepada gubernur se-Jawa agar serius mengerjakan proyek rusunawa untuk pekerja. Pengamat Properti Panangian Simanungkalit mengatakan, tanpa acuan itu, program rusunawa hanya akan berkutat pada pencitraan pemerintah pusat dan daerah. Menurut dia, Kemenpera dan gubernur se-Jawa harus belajar dari karut marut program rusun 1000 tower tahun lalu.

“Landasan hukum saja sudah banyak. Keppres dan MOU sudah cukup. Misalkan ini ada komitmen rusunawa 50 ribu setahun selesai. Asal itu benar, jangan hanya pencitraan. Seperti yang dahulu, 1000 tower, 1000 tower. Tapi buru-buru selesai,” jelasnya saat dihubungi KBR68H.

Sebelumnya, gubernur se-Jawa sepakat membantu penyediaan lahan untuk pembangunan rusunawa pekerja di dekat kawasan industri. Pemerintah meminta Pemda menyediakan lahan karena Kementerian Perumahan Rakyat kesulitan mencari lahan. Hal ini menyebabkan pemerintah hanya sanggup membangun 24 twin blok (dua menara) rusunawa bagi pekerja dari 35 twin block yang ditargetkan tahun ini.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Dampak Tambang terhadap Lingkungan di Sulawesi Tenggara dan Tengah

NFT, New Kid on the Block (chain)

Kabar Baru Jam 8

Seruan Penolakan Bibit-Bibit Kekuasaan Mutlak