Bagikan:

PGN Minta Tambahan Alokasi Gas Bumi

- Perusahaan Gas Negara (PGN) kembali meminta tambahan jatah gas bumi untuk dijual ke pasar dalam negeri.

NASIONAL

Senin, 25 Mar 2013 15:21 WIB

PGN Minta Tambahan Alokasi Gas Bumi

PGN, gas bumi

 KBR68H, Jakarta - Perusahaan Gas Negara (PGN) kembali meminta tambahan jatah gas bumi untuk dijual ke pasar dalam negeri. Direktur PGN Hendri Prio Santoso mengatakan selama ini PGN sebagai BUMN hanya mendapatkan 8,7 persen produksi gas nasional untuk dijual ke dalam negeri. Sedangkan kebutuhan gas masyarakat terus meningkat. Kata Hendri, tambahan jatah ini sudah diminta sejak 2011 lalu. Pihaknya juga meminta Kementerian ESDM merevisi Peraturan Menteri tentang alokasi dan pemanfaatan gas bumi untuk dalam negeri.

"Yang kami harapkan adalah dukungan alokasi gas bumi, yang dapat ditunjuk langsung kepada PGN sehingga diperlukan tinjauan atas Permen ESDM No. 3/2010. Dilakukan prioritas sektor industri yang diperlukan untuk bisa sejajar dengan industri lainnya. Diperlukan juga tinjauan agar ada untuk memberikan pasokan gas kepada PGN melalui mekanisme petunjukkan langsung. Sebab PGN telah dan akan terus membangun infrastruktur dari hilir hingga hulu tanpa membebani APBN," kata Hendri di Gedung DPR Jakarta, Senin (25/3).

Direktur PGN Hendri Prio Santoso menambahkan, selama ini negara lebih banyak mengekspor gas ke luar negeri, yaitu sebesar 53 persen. Sementara dalam negeri masih membutuhkan pasokan gas lebih besar. PGN menilai tambahan pasokan gas akan membuat harga gas lebih murah. Bahkan lebih murah dari gas 3 kg dan 12 kg produksi pertamina.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kemarau Tiba, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan