Pemerintah Belum Maksimalkan Energi Panas Bumi

LSM lingkungan WWF meminta pemerintah lebih banyak lagi menyerap listrik yang bersumber dari energi panas bumi atau geotermal. Saat ini potensi energi panas bumi berlimpah namun banyak yang terbuang sia-sia karena tidak termanfaatkan.

NASIONAL

Jumat, 15 Mar 2013 12:35 WIB

Author

Novaeny Wulandari

Pemerintah Belum Maksimalkan Energi Panas Bumi

energi, panas bumi, pemerintah

KBR68H, Jakarta - LSM lingkungan WWF meminta pemerintah lebih banyak lagi menyerap listrik yang bersumber dari energi panas bumi atau geotermal. Saat ini potensi energi panas bumi berlimpah namun banyak yang terbuang sia-sia karena tidak termanfaatkan.

Direktur Iklim dan Energi WWF Lampung Nyoman Swara Yoga mengatakan sekitar 20 megawatt listrik dari panas bumi yang dihasilkan Pertamina terbuang percuma setiap hari.

"kalau tidak besar mungkin itu sudah di atas 80% ya dari kapasitas yang ada. Tapi tentu sebagai operator Pertamina Geothermal berfikir kenapa tidak semuanya saja diserap. Terutama kalau kita lihat dampak lingkungannya dari panas bumi kan lebih bersih dari batubara. Kalau kita bicara filosofinya kan begitu. Tapi saya katakan harus dilihat betul pertimbangan teknis dan ekonominya kenapa, jadi jangan melihat hitam putih oh ini ada yang terbuang kemudian selesai, ini ada sesuatu yang salah." ujar Nyoman Swara Yoga saat dihubungi KBR68H.

Potensi listrik panas bumi yang terbuang sia-sia terjadi di Lampung. Potensi energi panas bumi di daerah itu mencapai lebih dari 3,000 megawat  di kawasan Ulubelu, Sekincau, Danau Ranau dan Gunung Rajabasa.

Di Ulubelu, potensi energi panas bumi mencapai 300 Megawatt namun baru dimanfaatkan sekitar 110 megawat. Dari jumlah itu, yang terserap kurang dari 100 megawat tiap hari. Sisanya antara 20 megawat listrik terbuang sia-sia.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme