Lawan Aksi Intoleran, KKB Bentuk Simpul Komunitas di Daerah

Komunitas Solidaritas Korban Pelanggaran Hak Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (Sobat KBB) akan membentuk simpul-simpul komunitas di sejumlah daerah di Indonesia. Tujuannya untuk melawan aksi-aksi intoleransi.

NASIONAL

Jumat, 22 Mar 2013 10:33 WIB

Author

Evelyn Falanta

Lawan Aksi Intoleran, KKB Bentuk Simpul Komunitas di Daerah

intoleransi, agama, kkb, komunitas

KBR68H, Jakarta - Komunitas Solidaritas Korban Pelanggaran Hak Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (Sobat KBB) akan membentuk simpul-simpul komunitas di sejumlah daerah di Indonesia. Tujuannya  untuk melawan aksi-aksi intoleransi.

Koordinator Nasional Sobat KBB, Pendeta Palti Panjaitan mengatakan tujuan lain mencari dukungan agar kaum minoritas dapat bebas  beribadah. Menurut Palti, selama ini Presiden belum mengambil sikap tegas  menangani kasus intoleran.

"Sobat KBB akan melakukan Roadshow ke lembaga-lembaga pemerintah atau lembaga non pemerintah, ke media, tokoh-tokoh simpati. Jadi tinggal kearifan dari pemerintah. Tapi sampai sekarang memang ombudsman sudah mengeluarkan rekomendasi ke Presiden tapi memang Presiden tidak melakukan rekomendasi dari Ombudsman itu," kata Pdt.Palti kepada KBR68H.

Koordinator Nasional  Sobat KBB, Palti Panjaitan menambahkan korban intoleransi beragama  menunggu sikap tegas Presiden  menangani kasus kebebasan beribadah.

Sebelumnya, Lembaga pemerhati HAM, Setara menyebutkan sepanjang Januari hingga Desember 2012 kasus intoleransi beragama meningkat menjadi 264 peristiwa dan 371 tindakan. Kasus terkini adalah pembongkaran paksa gereja HKBP Setu di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis kemarin.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Waspada Beragam Modus Perdagangan Orang

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12