KPPU Temukan Indikasi Praktek Kartel Bawang Putih

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan indikasi praktik kartel untuk impor komoditi bawang putih.

NASIONAL

Jumat, 15 Mar 2013 19:10 WIB

Author

Sasmito

KPPU Temukan Indikasi Praktek Kartel Bawang Putih

KPPU, kartel, bawang putih

KBR68H, Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan indikasi praktik kartel untuk impor komoditi bawang putih. Komisioner KPPU Muhammad Syarkawi Rauf mengatakan, KPPU curiga sejumlah importir sengaja menahan pasokan bawang putih di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Praktik kartel ini telah menyebabkan harga bawang putih jadi mahal.

“Setelah kita melakukan pemantauan langsung ke pelabuhan container Tanjung Perak Surabaya, kita menemukan ada 398 kontainer itu yang belum diambil. Kemudian yang kedua ada 108 kontainer yang sebenarnya dari sisi administrasi sudah bisa keluar tapi tidak diambil. Ini bisa menjadi indikasi awal ada perilaku dari importir yang menahan sehingga membuat harga di pasar mahal,” jelas Muhammad Syarkawi Rauf saat dihubungi KBR68H.

Komisioner KPPU, Muhammad Syarkawi Rauf menambahkan pekan depan KPPU akan mengumpulkan sejumlah kementerian dan para importir untuk mengungkap motif penahanan bawang putih.

KPPU akan menjatuhkan sanksi berupa denda dan larangan beroperasi jika nantinya terbukti adanya pelanggaran terhadap larangan persaingan usaha tidak sehat. Namun, jika ditemukan unsur pidana, pihak KPPU mengatakan akan melaporkan ke pihak kepolisian.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perlindungan Hukum untuk Para Pembela HAM Masih Lemah