Kementan Akui Sulit Cegah Kartel Pangan

Kementerian Pertanian menyatakan aturan tata niaga pangan yang selama ini ada tak bisa mencegah praktik kartel.

NASIONAL

Rabu, 13 Mar 2013 18:17 WIB

Kementan Akui Sulit Cegah Kartel Pangan

kementan, kartel pangan

KBR68H, Jakarta - Kementerian Pertanian menyatakan aturan tata niaga pangan yang selama ini ada tak bisa mencegah praktik kartel. Saat ini Kementerian Pertanian mengaku kesulitan mecegah kartel impor bawang putih yang curang mengikuti lelang impor.

Menurut Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, saat ini ada 20 perusahaan importir bawang putih dimiliki pengusaha yang sama. Menurut dia sistem yang ada saat ini rentan terhadap korupsi.

"Importir ini juga tidak terlalu kelihatan di sana. Jadi, diajukan secara independen. Ini juga menjadi pertimbangan kita ke depan. Ada yang usul, bagaimana kalau dasarnya importir bukan perusahaan? Tapi, tetap saja kapasitasnya secara menyeluruh perlu diperhitungkan," ujarnya.

Sebelumnya, DPR mengendus adanya kecurangan dalam proses impor bawang putih. Sebab, 50% lebih jatah impor bawang putih didapat oleh sebuah asosiasi (kartel) yang memiliki 21 perusahaan. Anggota Komisi Pertanian Siswono Yudhohusodo menduga, mereka akan menjual izin itu kepada importir lain. Ini mengakibatkan lonjakan harga bawang putih di pasaran.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Antipunah Episode Ekonomi Lestari Lewat Wirausaha Sosial

Pengenaan PPN Pada Sembako, Tepatkah?

Kabar Baru Jam 8

Pengetatan Pelaku Perjalanan Internasional Cukup Kuat?