(Ralat) KPK Tetapkan Status Hakim Setyobudi Besok

Status hukum kelima orang yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi KPK akan diputus besok.

NASIONAL

Jumat, 22 Mar 2013 22:41 WIB

Author

Nur Azizah

(Ralat) KPK Tetapkan Status Hakim Setyobudi Besok

korupsi hakim

KBR68H, Jakarta - Status hukum kelima orang yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi KPK akan diputus besok (sebelumnya Minggu lusa). Kelima orang diantaranya Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyobudi Tejo Cahyono dan Plt Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Bandung Herry Nur Hayat diduga terlibat suap kasus penyelewengan dana bantuan sosial senilai Rp 66,6 miliar.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, KPK menduga bernama Asep yang memberikan uang kepada Hakim Setyobudi berperan sebagai perantara dalam kasus tersebut. Namun KPK belum bisa menjelaskan siapa yang memerintahkan Asep menyerahkan uang suap kepada sang hakim.

“Sementara ini kita duga belum ada kesimpulan, ya. Sementara ini kita duga A ini sebagai messenger, perantaranya, yang mengantar lah kira kira. Belum. Ini masih dalam penelusuran. Ini, kan, sementara, belum bisa disimpulkan dulu. Ini sedang dilakukan pemeriksaan. Jadi sementara ini dugaan. Nanti setelah 1 x 24 jam, setelah dilakukan pemeriksaan. Tapi sekarang ini yang kita duga penerimaan itu berkaitan dengan kasus bansos itu,” kata Johan Budi dalam konferensi pers yang digelar di KPK malam ini.

Selain menangkap hakim Setyobudi dan Herry, KPK juga menangkap Asep, Bendahara Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Bandung dan seorang petugas keamanan PN Bandung.

Saat menangkap hakim Setyobudi, KPK juga menyita barang bukti duit sebesar Rp 150 juta yang dibungkus dengan kertas koran. Selain itu KPK juga menemukan barang bukti uang Rp 100 juta di sebuah mobil Toyota Avanza biru yang digunakan Asep. Penangkapan itu terjadi di tiga lokasi salah satunya di PN Bandung.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada