Bagikan:

Wapres Minta Penguatan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Jadi Prioritas

“Penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana harus tetap dijadikan prioritas sebagaimana komitmen dalam RPJMN 2020-2024 terkait lingkungan hidup, ketahanan bencana dan perubahan iklim,”

NASIONAL

Kamis, 24 Feb 2022 15:28 WIB

Author

Heru Haetami

Wapres Minta Penguatan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Jadi Prioritas

Wapres Ma'ruf Amin saat menutup Rakornas Penanggulangan Bencana secara virtual, Kamis (24/2/22). (Foto: Youtube Setwapres)

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta, agar mitigasi pengelolaan risiko bencana dan upaya pemulihan pascabencana di Indonesia menjadi program prioritas.

“Penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana harus tetap dijadikan prioritas sebagaimana komitmen dalam RPJMN 2020-2024 terkait lingkungan hidup, ketahanan bencana dan perubahan iklim,” katanya ketika menutup Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) Tahun 2022 secara virtual, di Jakarta, Kamis (24/02/2022).

Wapres mengungkapkan, dalam kurun waktu 5 tahun, bencana di Indonesia memakan banyak korban jiwa.

Beberapa jenis bencana yang sering terjadi di Indonesia, kata Ma'ruf, di antaranya cuaca ekstrem, gempa bumi, banjir, dan tanah longsor.

Menurutnya, keempat jenis bencana ini berhubungan erat dengan isu krisis iklim. Sehingga mitigasi bencana iklim juga sangat diperlukan.

“Melihat kondisi dan letak geografis Indonesia, pemetaan risiko iklim dan bencana menjadi mutlak diperlukan. Selain itu, isu krisis iklim semakin menuntut penanganan secara holistik dengan pendekatan multi disiplin,” ungkap bekas Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Baca: Jokowi Ajak Masyarakat Indonesia Jadi Bangsa Tangguh Bencana

Ma'ruf menjelaskan, berdasarkan indeks risiko bencana dunia 2020, Indonesia menduduki posisi ke-40 di antara 181 negara yang rentan bencana.

Data Kementerian Keuangan Tahun 2020 juga mencatat, beban rata-rata yang harus ditanggung untuk menanggulangi bencana alam dan non-alam setiap tahun mencapai Rp22,8 triliun.

Sedangkan dari sisi korban jiwa, sebanyak 30 juta orang mengungsi, 29 ribu terluka, serta 7 ribu meninggal dan hilang akibat bencana selama kurun waktu 2016 hingga 2020.


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?