Bagikan:

Penyelidikan Komnas HAM, Polisi Gunakan Kekuatan Berlebihan di Wadas

"Bahwa pada 8 Februari 2022 benar terjadi tindakan penggunaan kekuatan secara berlebihan atau excessive use of force oleh Polda Jawa Tengah"

NASIONAL

Jumat, 25 Feb 2022 10:36 WIB

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (tengah), dan Komisioner Beka Ulung, dan Choirul Anam konpers

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (tengah), dan Komisioner Beka Ulung, dan Choirul Anam konpers ricuh Wadas di Jakarta, Kamis (24/2/22). (Antara/Aditya)

KBR, Jakarta-  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyimpulkan telah terjadi penggunaan kekuatan berlebih oleh polisi di Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, saat pengukuran lahan lokasi penambangan batu andesit. Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, kesimpulan itu didapat usai lembaganya melakukan pemantauan dan penyelidikan.

"Bahwa pada 8 Februari 2022 benar terjadi tindakan penggunaan kekuatan secara berlebihan atau excessive use of force oleh Polda Jawa Tengah yang ditandai dengan pengerahan personel dalam jumlah besar dan adanya tindakan kekerasan dalam proses penangkapan," kata Beka dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (24/2/2022).

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menambahkan, lembaganya juga menyimpulkan terjadi pelanggaran atas hak memperoleh keadilan dan hak atas rasa aman masyarakat. Pelanggaran itu dilakukan terhadap sejumlah warga yang menolak. Selain itu, juga terjadi tindakan penangkapan disertai kekerasan yang dilakukan oleh polisi saat pengukuran tanah di Wadas, 8 Februari lalu.

Baca juga:


Komnas HAM mencatat ada 67 warga yang ditangkap dan dibawa ke Polres Purworejo pada 8 Februari. Puluhan warga itu dilepas pada keesokan harinya.

Komnas HAM meminta Kapolda Jawa Tengah Ahmad Lutfi mengevaluasi dan memberi sanksi anggotanya yang melakukan kekerasan.

"Melakukan evaluasi terhadap langkah-langkah yang diambil termasuk melakukan pencegahan supaya peristiwa yang sama tidak terulang kembali dan menghindari penggunaan kekuatan berlebih," ujarnya.

Kericuhan di Wadas kembali   saat pengukuran lahan lokasi penambangan batu andesit, 8 Februari lalu. Sejumlah warga penolak tambang terlibat bentrok dengan polisi. Pembukaan lahan tambang akan digunakan untuk bahan baku proyek Bendungan Bener di Purworejo. 

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?