Bagikan:

Nadiem: Kurikulum Darurat Efektif Atasi 'Learning Loss' saat Pandemi

"Kenapa tiba-tiba laku berat kurikulum darurat tersebut, karena jauh lebih sedikit materinya dan hasil dari riset kita yang melaksanakan kurikulum darurat dibandingkan dengan yang melakukan k13"

NASIONAL

Selasa, 08 Feb 2022 20:38 WIB

Nadiem: Kurikulum Darurat Efektif Atasi 'Learning Loss' saat Pandemi

Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim saat rapat kerja dengan Komisi X DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (19/1/2022). (Foto: Antara/Galih Pradipta)

KBR, Jakarta - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim mengklaim kurikulum darurat paling efektif mengatasi learning loss atau kehilangan masa belajar siswa akibat pandemi covid-19.

Nadiem mengatakan, saat ini diperkirakan 36 persen sekolah di Indonesia sudah menggunakan kurikulum darurat tersebut.

"Kenapa tiba-tiba laku berat kurikulum darurat tersebut, karena jauh lebih sedikit materinya dan hasil dari riset kita yang melaksanakan kurikulum darurat dibandingkan dengan yang melakukan k13 (kurikulum 2013, red), learning loss-nya beda jauh. Jauh lebih sedikit learning loss terjadi bagi sekolah-sekolah yang pindah kepada kurikulum darurat yaitu K13 yang disederhanakan," katanya saat Rapat Kerja Komite III DPD RI secara daring, Selasa (8/2/2022).

Menurut Nadiem, kurikulum darurat dianggap lebih sederhana ketimbang kurikulum 2013. Sehingga, lanjutnya, kemampuan peserta didik akan semakin mendalam kemampuan numerasi dan literasi berpikir secara kritis.

"Jadi sudah hilang konsep semakin banyak materi semakin pintar anak, malah kebalikannya. Semakin kita rampingkan konten, makin bagus," jelasnya.

Berita terkait:

Nadiem menegaskan, Kemendikbud Ristek tetap memberikan tiga opsi kurikulum untuk diterapkan pada tahun ajaran baru 2022/2023. Mulai dari kurikulum 2013, kurikulum darurat, dan terbaru adalah kurikulum prototipe.

Ia memastikan satuan pendidikan bebas memilih hendak kurikulum yang hendak digunakan. Selain itu, tidak ada paksaan dalam penerapannya.

"Dalam proses learning recovery, kita memberikan tiga opsi dan yang sebenarnya terbaik untuk sekolah, karena tergantung kesiapan masing-masing tidak ada pemaksaan. Ada masa untuk mereka bisa mengetes dan bereksperimentasi," pungkasnya.


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio