Bagikan:

Jokowi Ajak Masyarakat Indonesia Jadi Bangsa Tangguh Bencana

"Penanggulangan bencana harus dilakukan secara terpadu, sistematik dan Rencana Induk Penanggulangan Bencana 2020-2044 harus dilaksanakan dengan penuh komitmen dan tanggung jawab."

NASIONAL

Rabu, 23 Feb 2022 16:11 WIB

Author

Kurniati

Jokowi Ajak Masyarakat Indonesia Jadi Bangsa Tangguh Bencana

Presiden Jokowi memberikan arahannya dan membuka Rakornas BNPB secara virtual dari Istana Bogor, Rabu (23/2/22). (Foto: Youtube Setpres)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang tangguh terhadap bencana. Sebab, Indonesia adalah negara yang dikelilingi cincin api atau ring of fire, yakni daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi. Karena itu, tak jarang bencana jadi keseharian di Indonesia. 

Menurut Jokowi, hampir setiap hari ada bencana di beberapa wilayah di tanah air.

"Oleh karena itu, penanggulangan bencana harus dilakukan secara terpadu, sistematik dan Rencana Induk Penanggulangan Bencana 2020-2044 harus dilaksanakan dengan penuh komitmen dan tanggung jawab. Semua tahapan harus dilaksanakan secara disiplin dan konsisten," tegas Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (23/2/2022).

Jokowi menyebut Indonesia masuk 35 negara di dunia yang paling rawan bencana. Untuk itu diperlukan pembaruan dan pengecekan secara rutin instrumen-instrumen peringatan dini, demi mencegah jatuhnya korban. 

"Ini yang sering kita tidak disiplin. Cek secara rutin. Saya tahu tidak semua pengadaan alat ini oleh BNPB. Tapi saya minta BNPB ikut terlibat dan mengingatkan kementerian lembaga terkait untuk menjalankan tugasnya, karena ini menyangkut keselamatan rakyat," jelas Jokowi.

Baca juga: Instrumen Peringatan Dini, Jokowi: Sering Tidak Disiplin

Bekas wali kota Solo itu juga memerintahkan seluruh jajaran BNPB berbenah diri dan mengutamakan pencegahan bencana.

"Budaya kerja BNPB harus siaga, antisipatif, responsif dan adaptif," tegas Jokowi.

Menurutnya, budaya kerja tersebut sangat penting, mengingat bencana sering datang tidak terduga dan tiba-tiba, salah satunya pandemi COVID-19.

"Semua (bencana yang datang tiba-tiba) itu harus ditangani untuk memperkecil risiko," pungkas Joko Widodo.

Berita lainnya: 

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Edu Talk IV YPA-MDR: Go Digital Melalui Media Ajar Interaktif