Bagikan:

Dianggap Mematikan Bisnis Lokal, Sejumlah BUMN Bakal Dijual ke Swasta

"Tujuan kita adalah supaya BUMN menangani yang besar-besar dan dia bukan mematikan yang kecil-kecil seperti UMKM. Kalau bisa proyek-proyeknya BUMN itu membuat semakin banyak UMKM tumbuh."

NASIONAL

Jumat, 25 Feb 2022 15:43 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Menteri BUMN Erick Thohir saat peluncuran PMO Kopi Nusantara di Lampung, Minggu. (30/1/22

Ilustrasi: Menteri BUMN Erick Thohir saat peluncuran PMO Kopi Nusantara di Lampung, Minggu. (30/1/22). (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

KBR, Jakarta— Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berniat menjual sejumlah perusahaan BUMN yang memiliki pendapatan di bawah Rp50 miliar kepada pihak swasta.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga beralasan, aksi penjualan itu dilakukan lantaran ada beberapa perusahaan BUMN yang justru mengambil ceruk pasar dan berpotensi mematikan bisnis pengusaha lokal dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Tujuan kita adalah supaya BUMN menangani yang besar-besar dan dia bukan mematikan yang kecil-kecil seperti UMKM. Kalau bisa memang dengan proyek-proyeknya BUMN itu membuat semakin banyak UMKM tumbuh, bukannya malah mematikan. Makanya kita dorong supaya BUMN-BUMN, anak perusahaan, atau cucu perusahaan yang omzet nya itu Rp50 miliar ke bawah, itu dikasih ke rakyat saja lah. Jangan BUMN yang menangani supaya semua bisa berkembang ekonominya," kata Arya kepada KBR, Jumat (25/2/2022).

Baca Juga:

Menurut Arya, perusahaan BUMN berpendapatan di bawah Rp50 miliar selama ini dinilai kerap merebut proyek yang seharusnya dapat dikerjakan oleh pengusaha dan UMKM lokal. 

Dia mencontohkan, adanya BUMN yang tadinya menangani proyek besar di suatu kawasan, kemudian membentuk anak usaha dengan dalih untuk memaksimalkan keuntungan. Kondisi seperti itu membuat pengusaha lolak dan UMKM tidak 'kebagian kue' dari proyek tersebut.

"Jadi, misalnya dia bikin jalan tol sekian triliun, puluhan triliun. Tiba-tiba dia butuh untuk pasir, bahan baku dia bikin anak perusahaannya. Anak perusahaan yang nanti akan jual ke BUMN tersebut juga. Kan tidak menguntungkan bagi banyak orang. Jadi selama ini yang kita lihat itu tidak begitu menyehatkan juga bagi UMKM-UMKM. Mau digarap semua gitu lho. Harusnya kan BUMN itu justru dia ambil besarnya. Yang sekoci-sekocinya, yang kecil-kecil tersebut yang garap swasta dong, UMKM juga," sambungnya.

Arya berpendapat, dijualnya beberapa perusahaan BUMN itu nantinya tidak akan memberikan tekanan terhadap struktur finansial BUMN dan tidak memengaruhi total pendapatan BUMN secara tahunan. 

Sampai saat ini, Kementerian BUMN masih mengidentifikasi kondisi keuangan dari perusahaan yang rencananya dijual. 

Setelah proses identifikasi selesai, selanjutnya Kementerian BUMN akan membahas rencana itu bersama dengan DPR.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ikhtiar Sorgum untuk Substitusi Gandum

Most Popular / Trending