Cara Pintar Siapkan Dana Pernikahan

Rancang hari bahagia, impian jadi nyata

Sabtu, 12 Februari 2022

KBR, Jakarta- Awal tahun sering jadi momen pasangan untuk merencanakan pernikahan. Biasanya tiap pasangan punya pesta pernikahan impian. Untuk mewujudkannya, tentu butuh dana yang tak sedikit. Agar lancar sesuai keinginan, perlu perencanaan matang dan sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari. Terlebih jika bercita-cita menikah dengan uang sendiri tanpa merepotkan orang tua. 

Sebelum mengumpulkan uang, menurut Perencana Keuangan Lolita Setyawati, calon pengantin harus menyusun prioritas.

“Bedakan dulu kebutuhan dan keinginan. Jadi kita bisa tahu mana yang prioritas, mana yang bukan. Menikah adalah kebutuhan, sedangkan syukuran dan pesta pernikahan adalah keinginan,” jelas Lolita.

Calon pengantin harus mengukur kemampuan finansial mereka saat merencanakan pernikahan. Pastikan pula komponen penting di pernikahan masuk daftar prioritas utama.

“Contohnya untuk KUA, mas kawin, kegiatan-kegiatan awal sebelum menikah, seperti lamaran dan pengajian, syukuran kecil, yang hanya keluarga dekat atau teman dekatnya. Dihitung seperti itu, nanti kita bisa mengira-ngira sampai di mana kemampuan kita,” katanya

Pasangan disarankan menabung sedini mungkin, agar biaya pernikahan tidak terasa berat. 

“Waktu yang tepat, kalau memang kita berniat ingin menikah ya, sejak memiliki penghasilan sendiri. Sebaiknya sudah mulai menyisihkan sedikit demi sedikit untuk biaya pernikahan,” ucap founder PT Daya Uang Indonesia Tangguh ini.

Baca juga: Kelola Paylater Anti Kalap-Kalap Club

Calon pengantin menyiapkan dana untuk mewujudkan pernikahan impian. (Foto: KBR/ Sadida)

Menabung sambil berinvestasi jadi alternatif cara menyiapkan dana pernikahan. Instrumennya bisa lewat reksadana maupun saham, agar uang yang ditabung tak tergerus inflasi. Besaran tabungan disesuaikan dengan gaji dan disisihkan rutin saban bulan. 

“Misalnya masih 5 tahun lagi, bisa langsung diinvestasikan. Kalau yang profil risikonya agresif mungkin bisa reksadana saham atau langsung ke saham. Kalau yang moderat mungkin bisa ke obligasi atau reksadana pendapatan tetap, emas. Yang profil risikonya konservatif bisa memilih ke reksadana pasar uang atau deposito,” kata Lolita. 

Alumni Universitas Denver ini berpesan agar berhati-hati menggunakan layanan Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang dikeluarkan oleh bank untuk membiayai pernikahan. Sebab, KTA justru akan memberatkan pengantin setelah selesai resepsi. 

“KTA itu utang dengan bunga yang sangat tinggi, termasuk pinjol kategorinya. Pernikahan yang kelihatannya mewah padahal itu dilandasi oleh utang yang nanti harus kita lunasi,” ucapnya.

Baca juga: Dilema Pinjaman Online, Dimaki tapi Diminati

Perencana Keuangan Lolita Setyawati menyebut dana pernikahan harus sesuai kebutuhan. (Foto: dok pribadi Lolita)

Pernikahan impian bisa terlaksana jika direncanakan dengan matang, termasuk harus mempertimbangkan kemampuan kedua belah pihak. Jangan sampai, uang habis hanya untuk biaya resepsi.

“Pesta pernikahan itu semacam potret atas suatu event atau kejadian. Jangan lupa, setelah itu kita masih banyak lagi kebutuhan keuangan lainnya di depan mata,” pungkasnya.

Dengarkan obrolan episode Uang Bicara Cara Pintar Siapkan Dana Pernikahan bersama Perencana Keuangan Lolita Setyawati di KBRPrime, Spotify, Google Podcast, dan platform mendengarkan podcast lainnya.