Bagikan:

Ada Keterlibatan WNA, Polri Janji Kejar Otak dan Pelaku Pinjol Ilegal

"Dalam kasus-kasus yang kita tangani ada keterlibatan negara asing, biasanya mereka memanfaatkan WNI yang direkrut secara acak kemudian dijanjikan dengan gaji yang cukup."

NASIONAL

Jumat, 11 Feb 2022 16:30 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Barang bukti kasus pinjol ilegal, Bareskrim Mabes Polri, Jakarta. Senin (25/20/21). (Foto

Ilustrasi: Barang bukti kasus pinjol ilegal, Bareskrim Mabes Polri, Jakarta. Senin (25/20/21). (Foto; Antara/Reno Esnir)

KBR, Jakarta— Wakil Direktur Tipideksus Polri Kombes Pol. Helfi Assegaf mengungkapkan adanya keterlibatan warga negara asing (WNA) dalam pembentukan berdirinya perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal di Indonesia.

"Dalam kasus-kasus yang kita tangani ada keterlibatan negara asing, biasanya mereka memanfaatkan WNI yang direkrut secara acak kemudian dijanjikan dengan gaji yang cukup. Namun, faktanya anggota yang direkrut tersebut diberi gaji yang tidak sesuai diperjanjikan. Dan ini yang sudah kita tangani ada warga negara Cina, warga negara Amerika dan semuanya sudah kita lakukan proses penegakan hukum, baik penangkapan maupun penahanan," ujarnya dalam seminar Pinjaman Online Legal atau Ilegal, Jumat (11/2/2022).

Dia melaporkan, sampai hari ini Polri telah menangani 250 perkara kasus pinjol ilegal yang ada di beberapa kota dan wilayah. Perkara tersebut sebagian besar sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

Baca Juga:
Asosiasi Fintek Bidik Penyaluran Kredit Hingga Rp225 Triliun di 2022
OJK Janji Tekan Bunga Pinjaman Fintech, Berantas Pinjol Ilegal

Dasar hukum yang digunakan gunakan untuk menjerat para pelaku pinjol ilegal ini yaitu Undang-undang (UU) No.19/2016 tentang ITE, UU No. 3/2011 tentang Transfer Dana, UU No.11/2008 yang diperbaharui dengan UU No.19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, UU No.8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU No.8/2010 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Pencucian Uang, dan KUHP.

Lebih lanjut, dia berjanji akan menindak secara cepat dan mengejar pelaku dan pihak yang berkolaborasi dengan pinjol ilegal, termasuk WNA yang menjadi otak dari modus kegiatan terlarang itu. Selain itu, kata Dia, kepolisian akan mengembangkan perkara yang sudah ditangani.

Helfi menyebut, menjamurnya aksi pinjol ilegal disebabkan banyaknya masyarakat yang tergiur janji-janji pinjaman tunai yang diklaim cepat, mudah, dan tanpa agunan.

Padahal, aplikasi tersebut minim informasi dan memuat ketentuan bunga pinjaman yang tidak jelas. Literasi yang rendah tentang jasa keuangan di masyarakat, dimanfaatkan oleh pelaku untuk menjaring dan menjebak calon debitur.

"Situasi pandemi saat ini di mana orang banyak kehilangan pekerjaan sedangkan tuntutan kehidupan masih harus dipenuhi dan sulitnya ekonomi masyarakat tersebut. Maka dengan cepat dia memanfaatkan fasilitas pinjol ilegal yang lebih mudah dapat di aplikasi yang ada," sambungnya.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih