Vaksinasi Covid-19 Undang Kerumunan, Pemerintah Janji Perbaiki Sistem Antrean

"Akan terus memperbaiki sistem antrean pemberian vaksin, sehingga lansia dapat lebih mudah mendapatkan informasi jadwal pemberian vaksin, dan juga menyesuaikan waktu kedatangannya di fasyankes."

BERITA | NASIONAL | RAGAM

Sabtu, 27 Feb 2021 01:30 WIB

Author

Astri Yuanasari

Vaksinasi Covid-19 Undang Kerumunan, Pemerintah Janji Perbaiki Sistem Antrean

Vaksinasi COVID-19 pemuka agama di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (23/2). (Antara/Muhammad Adimaja)

KBR, Jakarta-       Vaksinasi tahap kedua sudah mulai dilakukan untuk petugas pelayanan publik dan Lansia. Program ini diawali dengan penyuntikan vaksin untuk para pedagang di pasar Tanah Abang Jakarta, Rabu (17/2) pekan lalu. Vaksinasi juga sudah mulai dilakukan untuk Lansia di DKI Jakarta dan ibukota provinsi lainnya di seluruh Indonesia. Selain itu, awak media, tenaga pendidik, tokoh agama dan atlet yang juga termasuk kelompok prioritas, juga mulai mendapatkan vaksinasi.

Namun, pelaksanaan vaksinasi tidak semuanya berjalan lancar. Antrean vaksinasi untuk tokoh lintas agama dan lansia di Istiqlal Jakarta terpaksa dibubarkan petugas, karena melanggar aturan protokol kesehatan dan menimbulkan kerumunan. 

Vaksinasi di pasar Tanah Abang dan RSUD Kembangan Jakarta juga harus dibubarkan karena alasan yang sama.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah akan segera memperbaiki sistem antrean pemberian vaksin untuk kelompok lanjut usia.

"Saat ini lokasi vaksinasi bagi lansia tersedia di ibukota provinsi, dan beberapa kab/kota. Untuk selanjutnya, pemerintah akan terus memperluas cakupan lokasi pelaksanaan vaksinasi, sehingga masyarakat terutama lansia yang tinggal jauh dari ibukota provinsi, dapat memperoleh vaksin di lokasi yang lebih terjangkau. Kemenkes dan juga fasilitas kesehatan, akan terus memperbaiki sistem antrean pemberian vaksin, sehingga lansia dapat lebih mudah mendapatkan informasi jadwal pemberian vaksin, dan juga menyesuaikan waktu kedatangannya di fasyankes. Dengan demikian kejadian serupa seperti di RSUD Kembangan, dapat dihindari ke depannya," ujar Wiku dalam konpers virtual di BNPB, Kamis (25/2/2021). 

Wiku menambahkan, kelompok prioritas vaksinasi tahap kedua sudah ditentukan oleh pemerintah dengan pertimbangan yang sangat matang.

"Selain vaksinasi kepada tenakes dan lansia, saat ini sedang dilakukan juga vaksinasi kepada tenaga pendidik serta wartawan dan pekerja media. Meskipun ada kelompok yang menjadi prioritas penerima vaksin, pemerintah menjamin bahwa nantinya vaksin akan dapat diakses dengan mudah oleh semua kelompok masyarakat yang memenuhi syarat. Dalam menetapkan prioritas penerima vaksinasi, pemerintah menggunakan berbagai pertimbangan. Penetapan kelompok penerima vaksinasi mempertimbangkan kondisi lingkungan pekerjaan, kondisi kesehatan, intensitas aktivitas dan mobilitas, serta situasi covid-19 di lingkungan tempat tinggal," ujar dia. 

Wiku melanjutkan, "Sedangkan pertimbangan prioritas daerah, ini memperhatikan situasi covid-19 daerah, kesiapan sarana prasarana pelaksanaan program vaksinasi, khususnya kemampuan penyimpanan produk vaksin, dan penyelesaian target vaksinasi tahapan sebelumnya. pada prinsipnya, pemerintah sangat presisi dan berhati-hati, dalam menentukan prioritas ini. Hal ini sesuai dengan temuan bahwa memprioritaskan tenaga kerja, bertujuan mempertahankan pelayanan esensial dan vital, bagi masyarakat di tahap awal vaksinasi."

Wiku menjelaskan prioritaskan lansia, bertujuan untuk menekan angka kasus covid-19 yang parah, dan mengancam durasi rawat inap semakin panjang.

Editor: Rony Sitanggang


Redaksi KBR juga mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 8

Disability Right Fund (DRF) Mitra Disability People Organisation (DPO)