Beri Izin Vaksinasi Covid Lansia, BPOM Ingatkan Screening Ketat

"Mengingat bahwa populasi lansia merupakan populasi berisiko tinggi maka pemberian vaksin ini harus dilakukan secara hati-hati,”

BERITA | NASIONAL

Senin, 08 Feb 2021 07:58 WIB

Author

Dwi Reinjani

Beri Izin Vaksinasi Covid Lansia, BPOM Ingatkan Screening Ketat

Ilustrasi: Pembagian angpau imlek dari Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (22/1/2021). (Antara/Aji Styawan)

KBR, Jakarta-    Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Lukito mengatakan, BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin CoronaVac dari Sinovac untuk warga lanjut usia (lansia). Namun ia mengingatkan agar pemberian vaksin dilakukan dengan teliti dan hati-hati, mengingat lansia merupakan golongan berisiko tinggi.

“Pada 5 Februari 2021, kemarin badan POM telah mengeluarkan persetujuan penggunaan emergensi use autorization vaksin CoronaVac untuk usia di atas 60 tahun, dengan dua dosis suntikan vaksin yang diberikan dalam selang waktu 28 hari. Mengingat bahwa populasi lansia merupakan populasi berisiko tinggi maka pemberian vaksin ini harus dilakukan secara hati-hati,” ujar Penny, dalam konferensi pers virtual, Minggu (07/02/2021).

Menurut Penny, BPOM telah memberikan arahan kepada tim medis ataupun vaksinator terkait tata cara dan anjuran vaksinasi kepada lansia. Salah satunya terkait ketelitian saat melakukan screening. Jika lansia memiliki komorbid dan juga dalam keadaan yang tidak dapat menerima vaksin, maka tim medis tidak boleh melakukan vaksinasinya.

“Proses screening menjadi sangat kritikal sangat penting untuk dokter memutuskan memberikan vaksinasi. Badan POM telah mengeluarkan informasi kepada tenaga kesehatan yang dapat digunakan sebagai acuan tenaga kesehatan dan vaksinator, dalam melakukan screening pelaksanaan vaksinasi. Disamping itu managemen  resiko juga harus dicanangkan dengan sebaik-baiknya, sebagai langkah antisipasi mitigasi risiko agar tidak terjadi kejadian ikutan pasca imunisasi,” ujar Penny.

Penny juga menjelaskan bahwa dikeluarkannya izin tersebut, setelah mengkaji uji klinis tahap tiga  yang dilakukan di Brazil berhasil. Dari 600 lansia yang mendapatkan vaksinasi, tidak ada satupun lansia yang mengalami KIPI berat, hanya gejala ringan seperti mual, pusing dan ruam pada kulit.

Ia juga mengatakan setelah dilakukan pemantauan selama 28 hari pasca imunisasi, kekebalan tubuh para lansia meningkat.


Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10