Airlangga Klaim PPKM Turunkan Mobilitas Masyarakat

"Mobilitasnya masih tinggi itu di tempat kerja maupun area permukiman, sehingga area permukiman ini menjadi perhatian,”

BERITA | NASIONAL

Rabu, 03 Feb 2021 12:43 WIB

Author

Dwi Reinjani

Airlangga Klaim PPKM Turunkan Mobilitas Masyarakat

Menko Perekonomian Airlangga Hartato

KBR, Jakarta-  Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, sejak pemberlakuan  Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), beberapa provinsi mengalami penurunan mobilitas masyarakat, namun sayang, mobilitas tidak menurun pada area permukiman. Kata dia, pengawasan di area tersebut akan diperketat.

“Kemarin dari data PPKM terlihat beberapa provinsi mengalami perbaikan. DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta. Dari 98 itu juga 63 kabupaten-kota masih merah. Ini penurunan dari 92. Dari kabupaten-kota dari 363 ke 332. Kemudian ada beberapa yang tetap secara nasional. Mobilitas penduduk mengalami penurunan dari berbagai sektor. Tentunya yang mobilitasnya masih tinggi itu di tempat kerja maupun area permukiman, sehingga area permukiman ini menjadi perhatian,” ujar Airlangga, dalam keterangannya  di Kantor Presiden, Rabu (03/02/2021).

Kata dia, agar pelaksanaan PPKM lebih maksimal di area permukiman, maka akan melibatkan RT-RW serta satpol PP untuk menertibkan kegiatan warga.

“Mulai dari tingkat desa, kampung, RT/RW, dan melibatkan dari Satgas pusat sampai Satgas terkecil. Tentu kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan penting untuk meningkatkan kedisiplinan dan penegakan hukum. Karena itu pelibatan aktif dari Babinsa, Babinkamtimbas, Satpol PP, operasi yustisi TNI/Polri ini dilakukan, bukan hanya untuk penegakan hukum, tapi juga untuk melakukan tracing.” Ujarnya.

Airlangga juga mengatakan PPKM yang melibatkan unsur terkecil sepert RT/RW ini akan dievaluasi secara dinamis, dan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa penanganan pandemi ini di setiap negara berbeda, sehingga pemerintah Indonesia akan melakukan dengan cara sendiri yang dianggap tepat.


Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10