Waspada Penyebaran Virus SARS-CoV-2, Arab Saudi Hentikan Penerimaan Umrah

"Penangguhan masuknya warga non-Saudi ke Kerajaan Saudi untuk tujuan umrah dan kunjungan lain serta penghentian penerbitan visa untuk sementara,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 27 Feb 2020 10:19 WIB

Author

Friska Kalia

Waspada Penyebaran Virus SARS-CoV-2,  Arab Saudi Hentikan Penerimaan Umrah

Masjidil Haram, Arab Saudi. (Foto: Kemenag)

KBR, Jakarta- Kerajaan Arab Saudi menghentikan sementara penerimaan jamaah umrah  menyusul maraknya penyebaran virus Sarcov-2  atau penyakit Covid-19 di seluruh dunia. Seperti dilaporkan kantor berita SPA, Kamis (27/2/2020), Kemlu menyatakan bahwa otoritas kesehatan Saudi mengikuti perkembangan terkait penyebaran virus korona yang kini juga telah menjangkiti negara tetangga di Timur Tengah, seperti Kuwait, Bahrain, dan Oman.

Saudi juga menghentikan izin masuk menggunakan visa turis dari negara-negara yang tengah mengalami wabah virus korona.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menangguhkan sementara pelayanan umrah bagi warga dari luar kerajaan dalam upaya mencegah penyebaran virus corona baru.

"Telah dilaksanakan penangguhan masuknya warga non-Saudi ke Kerajaan Saudi untuk tujuan umrah dan kunjungan lain serta penghentian penerbitan visa untuk sementara," kata Wakil Menteri Haji dan Umrah untuk Urusan Umrah Arab Saudi Abdulaziz bin Wazzan dalam siaran pers Kementerian Haji Arab Saudi yang diterima di Jakarta, Kamis.

"Kementerian juga mengkonfirmasi perusahaan-perusahaan umrah dan agen luar negeri untuk membatalkan pemesanan apapun sejak diterbitkannya pengumuman ini sampai pemberitahuan lebih lanjut," katanya.

Dia mengatakan kebijakan itu diambil sebagai bagian dari upaya Kerajaan Arab Saudi untuk mencegah masuknya COVID-19.

Arab Saudi, tempat Kota Suci Mekkah dan Madinah berada, menjadi tujuan Muslim dari berbagai belahan dunia yang hendak menunaikan ibadah haji dan umrah.

Menurut ​​​​​​laporan Organisasi Kesehatan Dunia per tanggal 25 Februari 2020, kasus COVID-19 yang terkonfirmasi secara global mencapai 81.109 dengan penambahan 871 kasus baru yang meliputi 459 kasus baru di 37 negara di luar China dan 412 kasus baru di China.

Di antara negara yang melaporkan kasus COVID-19 ada negara berpenduduk Muslim seperti Uni Emirat Arab, Malaysia, Irak, Iran, Kuwait, Bahrain, Afghanistan, Oman, dan Mesir.

Covid-19

​​​​​​​Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat untuk pertama kalinya pertambahan kasus positif Covid-19 secara global di berbagai negara melampaui pertambahan kasus baru di Cina. Berdasarkan laporan situasi harian terkait  per tanggal 25 Februari yang dikutip dari laman resmi WHO di Jakarta, Kamis, kasus terkonfirmasi secara global sebanyak 81 ribu lebih dengan penambahan 871 kasus baru. Rinciannya 450-an kasus baru terjadi di 37 negara di luar Cina dan 400-an kasus bertambah di Cina.

WHO mencatat, pertambahan kasus di luar lebih banyak dibandingkan Cina yang merupakan episentrum pertama virus sejak kemunculan kasus pertama pada 8 Desember 2019. Empat negara baru yang melaporkan kasus Covid-19 adalah Algeria, Kroasia, Austria, dan Swiss. Algeria merupakan negara dari kawasan Afrika pertama yang mencatatkan kasus positif virus corona jenis baru COVID-19.  


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Donor Darah saat Pandemi? Siapa Takut

Upaya Mahasiswa Perantau Bertahan di Masa Pandemi

PSBB Diterapkan, Kerumunan di atas Lima Orang Dilarang

Kabar Baru Jam 8