ICW: Pemerintah Kabupaten, Lembaga Paling Korup Sepanjang 2019

"Pemerintah perlu memperkuat kode etik ASN dan mempertegas sanksi bagi pidana korupsi yang melibatkan ASN, mengingat setiap tahun jumlah tersangka korupsi terbanyak berasal dari ASN."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 19 Feb 2020 11:50 WIB

Author

Adi Ahdiat

ICW: Pemerintah Kabupaten, Lembaga Paling Korup Sepanjang 2019

Ilustrasi: Setiap tahun, tersangka korupsi terbanyak berasal dari ASN. (Foto: www.setkab.go.id)

KBR, Jakarta- Setahun belakangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menjadi lembaga yang paling sering melakukan korupsi. Jumlah uang yang dikorupsinya juga paling besar dibanding lembaga-lembaga lain.

Hal itu diungkapkan Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam laporan Tren Penindakan Kasus Korupsi 2019 yang dirilis Selasa (18/2/2020).

ICW mencatat sepanjang 2019 ada 95 kasus korupsi di lingkungan Pemkab, dengan total kerugian negara sebesar Rp6,1 triliun.

Korupsi Pemkab juga melibatkan uang suap dengan jumlah total Rp42,8 miliar, uang pungutan liar Rp2,1 miliar, dan pencucian uang Rp62 miliar.

"Suap menjadi modus yang paling dominan dilakukan oleh para tersangka korupsi," tulis ICW dalam laporannya.

"Selain itu, penyalahgunaan wewenang menjadi modus yang berimplikasi terhadap besarnya kerugian negara yang ditimbulkan, seperti kasus yang dilakukan oleh Bupati Kotawaringin Timur terkait dengan penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP)," lanjut ICW.


Berita Terkait: Pengeluaran Terbesar Pemprov untuk Belanja PNS, Bukan untuk Masyarakat


Lembaga Korup Lainnya

Setelah Pemkab, lembaga yang banyak melakukan korupsi adalah:

  • Pemerintah Desa: 48 kasus, kerugian negara Rp32,7 miliar
  • Pemerintah Kota: 23 kasus, kerugian negara Rp40,9 miliar
  • Kementerian: 20 kasus, kerugian negara Rp259,9 miliar
  • BUMN: 18 kasus, kerugian negara Rp1,3 triliun
  • Pemerintah Provinsi: 16 kasus, kerugian negara Rp130 miliar

"Pemerintah perlu memperkuat kode etik ASN dan mempertegas sanksi bagi pidana korupsi yang melibatkan ASN, mengingat setiap tahun jumlah tersangka korupsi terbanyak berasal dari ASN," tulis ICW dalam laporannya.

"Pemerintah juga perlu memperkuat pengawasan internal di badan-badan pemerintah untuk mencegah praktek korupsi," lanjutnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Perkara Kekerasan Pada Anak Kala Belajar dari Rumah

Gubernur Kaltim bakal Tegur Paslon yang Langgar Protokol Kesehatan dalam Pilkada

Kabar Baru Jam 8

Bela Rasa Lintas Iman di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 7