ICW: KPK Tidak Serius Tangani Suap PAW Caleg PDIP

Padahal, Harun Masiku jelas-jelas sudah berada di Indonesia.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 05 Feb 2020 20:34 WIB

Author

Astri Yuanasari, Lea Citra

ICW: KPK Tidak Serius Tangani Suap PAW Caleg PDIP

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana (kanan) bersama Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi memberi keterangan di KPK, Jakarta (23/1/2020). (Foto: ANTARA/SigidKurniawan)

KBR, Jakarta - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak serius menangani kasus suap pengurusan Pergantian Antar Waktu (PAW) Caleg PDIP untuk DPR. 

Kurnia menyebut, sudah hampir sebulan, politikus PDIP Harun Masiku yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus ini, belum juga tertangkap. Padahal, Harun Masiku jelas-jelas sudah berada di Indonesia.

"Ya ini menunjukkan bahwa KPK tidak serius menangani kasus suap yang melibatkan Harun Masiku. Kita bisa berkaca di pengejaran yang lain misalnya Nazaruddin 77 hari sudah ketemu. Tapi harus dilihat lagi, Nazaruddin ini kan ada di Kolombia sana, jauh. Ini yang sudah jelas-jelas di Indonesia saja sampai hari ini tidak bisa ditemukan," kata Kurnia kepada KBR, Rabu (5/2/2020).

Kurnia juga meminta kepada KPK agar dapat memberikan tenggat waktu, kapan lembaga antirasuah tersebut bisa menangkap Harun Masiku, karena saat ini kepercayaan publik kepada KPK mulai menurun. 

Kurnia juga mengatakan, belum tertangkapnya Harun Masiku, juga bisa menimbulkan anggapan bahwa pimpinan KPK ingin melindungi partai politik penguasa.

"Ketika proses pemilihan pimpinan KPK, saya rasa sudah terbuka oleh publik, pimpinan KPK hari ini, Firli Bahuri mengakui bahwa pernah bertemu dengan salah satu ketua umum Parpol penguasa. Jadi sebenarnya, patut menduga ingin melindungi partai penguasa itu bisa saja terjadi," pungkasnya. 

Kapolri Sebar Informasi DPO Harun Masiku

Sementara itu, Kapolri Idham Azis mengklaim sudah menyebarkan informasi terkait Daftar Pencarian Orang (DPO) tersangka Harun Masiku ke 540 Mapolres di seluruh Indonesia. 

Kapolri Idham Azis menyatakan, kepolisian akan membantu dan berusaha menemukan Harun Masiku sesuai permintaan KPK.

"Seluruh DPO itu ke seluruh Polda. Dari 34 Polda, 540 Polres. DPO-nya sudah sampai. Sehingga seluruh anggota Polri seluruh Indonesia ini sudah memegang DPO tersangka HM (Harun Masiku). Kita berdoa saja mudah-mudahan nanti kalau misalnya Polri yang temukan, tentu kita serahkan ke KPK. Kan kita sifatnya memberikan bantuan, kepada KPK, berdasarkan surat yg diajukan ke Polri," kata Idham di Kantor Pusat Jasa Raharja, Rabu (5/2/2020).

Kapolri mengaku akan berusaha menangkap tersangka Harun Masiku secapatnya. Namun Idham tidak merinci, apa-apa saja yang akan dilakukan pihak kepolisian untuk menemukan Harun Masiku.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Slovakia Akan Gelar Tes Covid-19 Gratis

Eps6. Masyarakat Peduli Api

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Hoaks Covid Terus Berjangkit