DPR: Hentikan Dulu Revitalisasi TIM

"Komisi X setuju dan mendukung supaya revitalisasi TIM ini dimoratorium dulu, dihentikan dulu sampai ada kejelasan terkait dengan prosedur."

BERITA | NASIONAL

Senin, 17 Feb 2020 19:07 WIB

Author

Heru Haetami, Adi Ahdiat

DPR: Hentikan Dulu Revitalisasi TIM

Proyek revitalisasi di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Kamis (6/2/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Ketua Komisi X Bidang Kebudayaan DPR RI Syaiful Huda akan memanggil Pemda DKI Jakarta untuk membahas proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM).

"Kami akan memanggil Saudara Gubernur Pak Anies Baswedan, DPRD DKI, dan PT Jakpro yang diposisikan dalam Pergub Nomor 63 sebagai pelaksana dari pembangunan atau revitalisasi TIM ini," kata Syaiful saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Syaiful menduga ada prosedur yang tak dipenuhi Pemda DKI dalam perencanaan pembangunan TIM.

"Perlu diklarifikasi oleh teman-teman Pemda DKI. Kami melihat ada cacat prosedural dalam revitalisasi ini. Ada beberapa regulasi yang tidak terpenuhi seperti yang disampaikan oleh teman-teman dari Forum Seniman Peduli TIM," kata Syaiful.

"Karena itu Komisi X setuju dan mendukung supaya revitalisasi TIM ini dimoratorium dulu, dihentikan dulu sampai ada kejelasan terkait dengan prosedur, dan terkait dengan adanya kompromi terhadap pelaku yang selama ini ada di sana, yaitu para seniman dan budayawan," ujarnya.


Seniman TIM Kecewa Pada Pemerintah

Sebelumnya, pada Senin pagi (17/2/2020) para seniman mendatangi DPR untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait proyek revitalisasi TIM.

Ketua Forum Seniman Peduli TIM Radhar Panca Dahana menilai revitalisasi TIM tidak mempertimbangkan aspirasi seniman yang sehari-harinya hidup di sana.

"Tindakan dari pihak pemerintah yang menunjukkan kekuasaan secara semena-mena, jadi adalah arogansi dari kekuasaan," kata Radhar saat ditemui di Kompleks Parlemen.

"Selama ini detik ke detik mereka (seniman) hidup di situ, berproses, berdiskusi berkolaborasi, menciptakan karya, mentas, manggung, pameran, sekarang dihancurkan begitu saja," ujarnya.

"Kalau orang bikin jalan baru dikasih alternatif kan, kalau orang bikin sekolah baru karena runtuh dikasih alternatif, ini nggak dikasih alternatif sama sekali."

"Kalau Komisi X juga nggak bisa ngapa-ngapain, ya kita nggak mau ngomong apa-apa lagi. Negara ini nggak ada gunanya, pemerintah ini nggak ada gunanya. Terus saya mau ngomong sama siapa lagi?"

"Kalau sudah tidak ada gunanya, ngapain kita kerja sama dengan pemerintah. Kesenian, kebudayaan, kerja sendiri saja tanpa pemerintah," tukas Radhar.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Jokowi Janjikan Bantuan ke Pekerja Informal agar Tidak Mudik di Tengah Wabah Korona

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Benarkah Bawang Merah yang Dikupas Bisa Menyedot dan Membunuh Virus?