Peringati Hari Internet Aman Sedunia, Google Bagikan 5 Tips Ini

Menurut survey Google, sebanyak 65 persen warganet menggunakan satu kata sandi untuk beberapa akun digital sekaligus. Padahal, tindakan semacam itu berisiko bagi keamanan privasi mereka.

RUANG PUBLIK , NASIONAL

Rabu, 06 Feb 2019 19:01 WIB

Author

Adi Ahdiat

Peringati Hari Internet Aman Sedunia, Google Bagikan 5 Tips Ini

Ilustrasi seseorang sedang bermain internet games online. (Foto: Creative Commons)

KBR- Penyedia layanan internet raksasa Google memberikan tips terkait keamanan data dan privasi online. Tips ini diberikan Google dalam rangka memperingati Hari Internet Aman Sedunia atau Safer Internet Day (SID) yang dirayakan pada 5 Februari setiap tahunnya. 

Momen yang diperingati sejak tahun 2004 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warganet tentang masalah-masalah dunia online, mulai dari keamanan privasi, etika bermedia sosial, sampai masalah cyberbullying yang terjadi di berbagai negara.

Berikut sejumlah tips dari Google untuk seluruh warganet yang ingin meningkatkan kualitas keamanannya dalam beraktivitas di dunia maya:

1. Perbarui Nomor Telepon atau Email untuk Pemulihan Akun

Saat membuat akun di berbagai layanan digital, biasanya warganet akan dimintai nomor telepon atau alamat email untuk pemulihan akun (recovery address).

Alamat pemulihan akun ini berguna untuk mengingatkan jika ada aktivitas mencurigakan yang menggunakan akun Anda tanpa izin.

Jika sewaktu-waktu Anda kehilangan akses ke akun tersebut, masalah juga bisa segera diatasi lewat alamat pemulihan akun.

Karena itu, Google menyarankan warganet untuk memasukkan recovery address dengan cermat. Jangan lupa juga untuk melakukan pembaruan seandainya Anda mengganti nomor telepon atau email.

2. Buat Kata Sandi yang Unik

Menurut survey Google, sebanyak 65 persen warganet menggunakan satu kata sandi untuk beberapa akun digital sekaligus. Padahal, tindakan semacam itu berisiko bagi keamanan privasi mereka.

Google menyebut, penggunaan satu kata sandi untuk beberapa akun itu seperti halnya membuat satu kunci untuk rumah, mobil, dan motor sekaligus.

Sekali saja kata sandi ini bocor atau diketahui pihak-pihak tak bertanggung jawab, maka seluruh akun digital dan data-data privasi Anda bisa terancam.

Karena itu, Google menyarankan agar warganet membuat kata sandi berbeda untuk setiap akun digital.

Google juga menganjurkan warganet agar membuat kata sandi yang unik, minimal terdiri dari delapan karakter, serta berisi gabungan huruf dan angka.

3. Perbarui Perangkat Lunak Secara Rutin

Menurut survey Google, mayoritas warganet paham bahwa pembaruan perangkat lunak (software) adalah hal penting. Tapi hanya ada 33 persen yang benar-benar melakukannya.

Google menyebut, pembaruan software secara rutin penting untuk menjaga keamanan data-data warganet, baik itu software di smartphone maupun di komputer atau laptop.

4. Verifikasi Dua Langkah

Beberapa layanan digital menyediakan sistem Two-Factor Authentication (2FA) atau 2-Step Verification.

Untuk meningkatkan keamanan berbagai data pribadi dari risiko pencurian, seperti nomor kartu kredit, rekening bank, dan lain sebagainya, Google menyarankan agar warganet menggunakan sistem 2FA setiap kali membuat akun digital.

5. Lakukan Pemeriksaan Keamanan

Beberapa penyedia layanan internet, termasuk Google, menyediakan fasilitas Pemeriksaan Keamanan atau Security Checkup.

Google menyebut fasilitas semacam itu bisa sangat meningkatkan keamanan data warganet di dunia digital.

Selain bisa mendeteksi pengaksesan akun tanpa izin, Security Checkup juga bisa membantu warganet untuk menghindari situs-situs atau aplikasi yang berisiko menyedot data pribadi, atau menyebarkan virus ke berbagai perangkat pengguna.

(Sumber: blog.google)

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.