Jokowi Sebut Kebakaran Lahan Gambut Tidak Terjadi Lagi, Apa Faktanya?

Sepanjang bulan Januari – Agustus 2018 ada sekitar tiga ribu titik api yang tersebar di hutan Sumatera dan Kalimantan.

RUANG PUBLIK | BERITA | NASIONAL

Senin, 18 Feb 2019 10:45 WIB

Author

Adi Ahdiat

Jokowi Sebut Kebakaran Lahan Gambut Tidak Terjadi Lagi, Apa Faktanya?

Ilustrasi. (Foto: ditjenphka.dephut.go.id)

Dalam Debat Capres ronde dua, calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, mengklaim bahwa kebakaran lahan gambut sudah tidak terjadi lagi.

Dalam segmen pertama soal penjabaran visi misi, Jokowi menyebut, "Kebakaran lahan gambut tidak terjadi lagi dan ini sudah bisa kita atasi dalam tiga tahun ini," ujar beliau di Hotel Sultan, Jakarta (17/02/2019).


Fakta: Sepanjang Januari – Agustus 2018 Ada Ribuan Titik Api di Sumatera dan Kalimantan

Menurut data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), ada 3.578 titik api yang tersebar di wilayah Sumatera dan Kalimantan sepanjang periode Januari – Agustus 2018. Walhi juga mencatat bahwa 765 titik api berada di area lahan konsesi korporasi.

Pada tanggal 23 Agustus 2018, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sempat merilis berita terkait aktivitas 10 helikopter water bombing dan hujan buatan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Rinciannya, dari total 885 titik panas, ada 509 titik panas yang berkategori sedang dan 376 titik panas berkategori tinggi.

Hal senada dikonfirmasi Ervyn Kaffah, Manajer Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA).

Dalam Presidential Debate Live Fact-Checking yang digelar di kantor Google Indonesia, Jakarta, ia menilai pernyataan Jokowi soal kebakaran lahan gambut itu tidak benar.

"Tidak benar bahwa tidak ada kebakaran lahan dalam 3 tahun terakhir. Kita ingat bersama menjelang pelaksanaan Asian Games di Palembang - Jakarta tahun 2018 ini, kebakaran terjadi di Sumatera. Empat hari sebelum pelaksanaan Asian Games ditemukan titik api terbanyak di Riau berjumlah 90 titik. 13 titik di Sumatera Selatan, 27 titik di Bangka Belitung, 22 titik di Sumatera Utara, 10 titik di Sumatera Barat, 4 titik di Jambi, dan 3 titik di Lampung," terang Ervyn (17/02/2019).

Menurut data yang dihimpun CekFakta.com, sejak awal 2018 di Riau saja sudah terjadi kebakaran hutan dan lahan seluas 5.776 hektar, dengan rincian kebakaran paling luas di Rokan Hilir sebanyak 1.985,35 hektar.

Sedangkan data untuk luas kebakaran lahan di seluruh wilayah Indonesia sampai saat ini belum diketahui.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas