Jaga Perayaan Imlek, Polda Metro Kerahkan 5200 Personil

"Jadi kita awasi itu, kemudian penjagaan jalur"

BERITA , NASIONAL

Selasa, 05 Feb 2019 09:54 WIB

Author

Resky Novianto

Jaga Perayaan Imlek, Polda Metro Kerahkan 5200 Personil

Satpol PP berjaga di Wihara Dharma Bakti, Jakarta, Selasa (05/02/19). (Foto: KBR/Resky N.)

KBR,Jakarta-   Polda Metro Jaya kerahkan 5000 lebih pasukan untuk pengamanan. Juru bicara Polda Metro Jaya, Argo Yuwono mengatakan pengerahan ribuan pasukan gabungan untuk menjaga beberapa titik rawan kejahatan.

Kata dia,  saat perayaan imlek bukan hanya penganut Konghucu yang merayakan tetapi masyarakat juga biasanya ikut memeriahkan.

“Untuk pengamanan imlek Polda Metro Jaya dan jajaran menyiapkan 5263 personel, itu dari Polda sampai tingkat Polsek. Dari 5200an kita bagi untuk melakukan pengamanan ada tiga pengamanan, yang pertama adalah tempat ibadah, kedua tempat rekreasi dan yang ketiga adalah jalur,” ujar Argo, kepada wartawan, Senin (04/02/2019).

Kata Argo, setidaknya ada 332 Wihara yang terdaftar di seluruh wilayah Polda untuk mendapat pengamanan. Selain Wihara ada pula tempat rekreasi seperti Ragunan, Monas dan Taman Mini Indonesia Indah. Tempat-tempat ini biasanya ramai pengunjung yang membawa serta keluarga selagi libur.

“Yang memanfaatkan masyarakat lain juga ikut karena kan ada libur. Bawa anak keluarga dan sebagainya. Jadi kita awasi itu, kemudian penjagaan jalur itu ada di depan wihara dan depan tempat rekreasi. Di mana kalau padat akan ada rekayasa lalu lintas.” Ujar Argo.



Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.