Bagikan:

Pengamat: Skandal Pembunuhan Kim Jong-nam, Indonesia Harus Perjelas 2 Hal

"Kadang-kadang ini kan masalah komunikasi. Mungkin juga pemerintah atau aparat Malaysia sedang melakukan investigasi untuk mengetahui... Ini kan nampaknya kadar intelijennya tinggi sekali."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 23 Feb 2017 10:20 WIB

Author

Yudi Rachman

Pengamat: Skandal Pembunuhan Kim Jong-nam, Indonesia Harus Perjelas 2 Hal

Polisi berjaga di kamar mayat Rumah Sakit Umum Kuala Lumpur, Malaysia tempat digelarnya otopsi jenazah Kim Jong Nam, Sabtu (18/2/2017). (Foto: ANTARA/Reuters)


KBR, Jakarta - Pemerintah diminta konsisten memberikan bantuan hukum kepada Siti Aisyah, WNI yang diduga terlibat dalam pembunuhan tokoh Korea Utara, Kim Jong-Nam.

Pengamat internasional Dino Patti Djalal menilai langkah pemerintah dan aparat hukum Malaysia yang memperketat penjagaan dan melarang konsuler Indonesia masuk disebabkan karena sensitivitas kasus yang melibatkan banyak negara.

Dino meminta pemerintah Indonesia bekerja keras dan berkomunikasi lebih banyak untuk memberikan pendampingan hukum kepada perempuan asal Serang, Banten itu.

"Kita harus persisten, harus terus (berkomunikasi). Kadang-kadang ini kan masalah komunikasi. Mungkin juga pemerintah atau aparat Malaysia sedang melakukan investigasi untuk mengetahui... Ini kan nampaknya kadar intelijennya tinggi sekali. Nampaknya operasi ini adalah operasi intelijen karena yang dibunuh adalah tokoh politik Korea Utara, mungkin ada sensitivitas yang lebih tinggi," kata Dino Patti Djalal kepada KBR, Rabu (22/2/2017).

Baca juga:


Siti Aisyah diduga ikut terlibat pembunuhan tokoh penting Korea Utara Kim Jong Nam, di Malaysia pada 13 Februari lalu. Kim Jong Nam merupakan keluarga dari pemimpin Korea Utara saat ini, Kim Jong Un.

Dino Patti Djalal, yang merupakan bekas Duta Besar RI untuk Amerika Serikat itu menambahkan, pemerintah RI juga perlu memastikan apakah Siti Aisyah bekerja pada intelijen asing dalam pembunuhan tokoh elit Korea Utara itu.

Selain itu, pemerintah juga perlu memperjelas perannya dalam strategi pembunuhan tersebut.

"Ada dua hal dari Siti Aisyah yang perlu dipastikan. Pertama, apakah dia bekerja untuk intelijen asing atau pihak asing untuk melakukan pembunuhan ini? Karena targetnya jelas tokoh politik, jadi ini pembunuhan politik. Kedua, peran Siti Aisyah itu apa? Kalau dia secara sadar melakukan ini dengan intel asing, itu pasti sesuatu yang sangat berat (hukumannya). Tetapi kalau dia diperdaya atau dikelabui saya kira ini bisa meringankan Siti Aisyah. Yang perlu dipastikan yang mana ini. Apakah secara sadar atau tidak sadar," jelasnya.

Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Gamophobia Bikin Sulit Jalin Hubungan

Kabar Baru Jam 7

Benarkah Proyek Food Estate Gagal?

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending