Pembunuhan Saudara Pemimpin Korut, Menlu Siapkan Pengacara bagi WNI

"Memang dari segi peraturan mereka, masa tambahan 7 hari itu memang diperkenankan sesuai dengan peraturan mereka. Tetapi kita tidak menunggu sampai 7 hari, kemudian kita meminta lagi,"

BERITA , NASIONAL

Rabu, 22 Feb 2017 19:04 WIB

Author

Ninik Yuniati

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (KBR/Yulius Martoni)

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (KBR/Yulius Martoni)


KBR, Jakarta- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan pemerintah belum bisa mendapat akses kekonsuleran untuk Siti Aisyah, WNI terduga pembunuhan Kim Jong-Nam. Ini lantaran, pihak Kepolisian Malaysia memperpanjang batas waktu penyelidikan hingga 7 hari ke depan. Akibatnya, Siti Aisyah hingga saat ini belum mendapatkan pendampingan hukum.

Retno memastikan bakal terus menerus mendesak Malaysia membuka akses kekonsuleran secepatnya.

"Malaysia mengatakan bahwa saat ini proses investigasi sedang dilakukan, belum begitu banyak barang bukti yang diperoleh selama proses yang sudah berjalan selama 7 hari ini. Oleh karena itu, hari ini, mereka memutuskan untuk memperpanjang proses itu menjadi 7 hari ke depan, karena memang dari segi peraturan mereka, masa tambahan 7 hari itu memang diperkenankan sesuai dengan peraturan mereka. Tetapi kita tidak menunggu sampai 7 hari, kemudian kita meminta lagi," kata Retno di kompleks Istana, Rabu (22/2/2017).

Retno menambahkan, pemerintah juga telah menyewa pengacara setempat (retainer lawyer) untuk memberikan pendampingan hukum kepada Siti Aisyah. Retno menegaskan berbagai upaya ini untuk memastikan agar Siti mendapatkan hak-hak hukumnya.

"Kita juga sudah menyiapkan retainer lawyer yang siap kapanpun untuk mendampingi. Sekali lagi, tentunya hukum negara setempat itu harus dihargai, dihormati, tetapi kita hanya ingin memastikan bahwa hak-hak hukum warga negara kita tidak terkurangkan," kata dia. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aparat Dinilai Tak Tegas Usut Pelaku Rasisme terhadap Mahasiswa Papua

Kabar Baru Jam 15