Bagikan:

Komisi Agama DPR Janji Singgung Korban Crane ke Raja Arab Saudi

Kedatangan Raja Arab Saudi bisa menjadi kesempatan pemerintah membicarakan sejumlah persoalan haji, salah satunya santunan pada korban jatuhnya crane di Mekah pada September 2015 lalu.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 26 Feb 2017 16:10 WIB

Author

Yudi Rachman

Komisi Agama DPR Janji Singgung Korban Crane ke Raja Arab Saudi

Jemaah haji saat menginap di Mina menjelang ibadah akhir haji. Foto: kemenag.go.id.


KBR, Jakarta - Kedatangan Raja Arab Saudi bisa menjadi kesempatan pemerintah membicarakan sejumlah persoalan haji, salah satunya santunan pada korban jatuhnya crane di Mekah pada September 2015 lalu. Ketua Komisi Agama DPR, Sodik Mujahid, mengatakan pihaknya berjanji akan mengingatkan hal itu pada Raja Arab Saudi ketika sampai di Indonesia. Tak hanya itu, hal prioritas lain yang patut dibicarakan yakni penambahan kuota haji bagi jemaah Indonesia.

"Istilahnya itu satu paket, itu masuk dalam paket usulan kita, prioritasnya seperti yang tadi. Kita juga akan ingatkan yang crane tadi, tetapi prioritasnya setelah kuota atau hal-hal yang strategis tadi," ujar Ketua Komisi Agama DPR Sodik Mujahid kepada KBR, Minggu (26/2/2017).

Ketua Komisi Agama DPR, Sodik Mujahid, menambahkan Komisi Agama berharap dengan kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud bisa meningkatkan ekonomi Indonesia dan mengurangi ketergantungan bantuan ekonomi dari Cina.

Selain itu, kedatangan Raja Arab Saudi juga akan berdampak pada bantuan pendidikan berbasis agama Islam di Indonesia.

"Mudah-mudahan dengan bantuan dari Arab Saudi yang besar bisa membuat kita mandiri dan tidak tergantung kepada negara Cina. Kemudian, ada pertumbuhan ekonomi sehingga ekonomi yang lesu bisa bangkit lagi karena ada modal yang besar."

"Kita harapkan selain sentra ekonomi, Arab Saudi juga memberikan bantuan kepada dosen dan mahasiswa kepada berupa beasiswa kemudian peningkatan infrastruktur pendidikan Islam Madrasah. Kemudian adalah soal kuota haji yang masih mengalami daftar tunggu 40 tahun," ungkapnya.



Korban Crane Tagih Santunan

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang meminta Presiden Joko Widodo untuk mendesak Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, agar menepati janji kepada korban jatuhnya crane di Mekah pada September 2015 lalu. Saat itu, sebanyak 33 orang jemaah haji Indonesia menjadi korban kecelakaan crane, dua di antaranya meninggal.

Direktur LBH Padang, Era Purnama Sari, mengatakan Pemerintah Arab Saudi berjanji memberikan asuransi dan santunan sebesar 1 juta Riyal sekitar Rp 3,8 miliar kepada korban. Namun hingga kini korban asal Indonesia belum menerimanya.

"Besok kedatangan Raja Arab Saudi harus dimanfaatkan momentumnya oleh Pak Jokowi mengingatkan kembali Raja Arab untuk korban crane minimal ada kepastian. Ada statment yang memastikan kapan gitu (janji itu dipenuhi)," kata Era kepada KBR, Minggu (26/02/17).

"Harapan kita Pemerintah Arab Saudi segera memenuhi janji-janji yang mereka berikan kepada korban-korban crane. Ini kan tanggung jawab mereka juga, karena ini peristiwanya terjadi di Negara mereka," tambahnya.

Era mengatakan, LBH Padang menerima pengaduan dari korban Zulfitri Zaini (58), jemaah haji asal Solok Sumatera Barat, pada 9 Februari 2017 lalu. Zulfitri mengaku belum mendapat asuransi dan santunan dari Pemerintah Arab Saudi. Padahal saat dirawat di rumah sakit, korban didata oleh anggota Kedubes Indonesia untuk memperoleh itu semua.





Editor: Quinawaty 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Catatan untuk TNI

Most Popular / Trending