Kasus Yayasan Pengumpul Dana Aksi 212, Novel Bamukmin FPI Klaim Tak Terlibat

Kuasa hukum Novel, Nurhayati membantah keterkaitan kliennya dengan yayasan yang disebut mengumpulkan dana bagi aksi 411 dan 212.

BERITA , NASIONAL

Jumat, 10 Feb 2017 14:14 WIB

Author

Ria Apriyani

Kasus Yayasan Pengumpul Dana Aksi 212, Novel Bamukmin FPI Klaim Tak Terlibat

Sekjen FPI DKI Jakarta, Novel Bamukmin. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Sekjen FPI DKI Jakarta, Novel Bamukmin mangkir dari panggilan Mabes Polri. Novel Bamukmin sedianya hendak diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan tindak pidana pencucian uang aset Yayasan Keadilan untuk Semua.

Kuasa hukum Novel, Nurhayati mengatakan kliennya harus menghadiri agenda di tempat lain sehingga berhalangan.

"Ada hal yang enggak bisa ditinggalkan. Ada kegiatan, hal-hal yang tidak bisa dibatalkan hari ini. Kebetulan sudah jauh hari sudah ada agenda yang harus dilaksanakan hari ini," kata Nurhayati usai menemui penyidik Bareskrim Mabes Polri, Jumat (10/2/2017).

Baca juga:


Kasus dugaan pencucian uang dengan cara pengalihan aset Yayasan Keadilan untuk Semua itu saat ini sudah sampai tahap penyidikan. Meski begitu, Mabes Polri belum menetapkan tersangka.

Selain Novel, Mabes Polri juga mengundang pemeriksaan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir.

Menurut kuasa hukum Bachtiar, Kapitra Ampera, ada dua nama lain yang diperiksa. Mereka adalah ketua Yayasan Keadilan Untuk Semua dan pihak bank. Namun baru Bachtiar yang tampak hadir ke Bareskrim.

Kuasa hukum Novel, Nurhayati membantah keterkaitan kliennya dengan yayasan yang disebut mengumpulkan dana bagi aksi 411 dan 212.

"Itu lah sebenernya gak ada kaitan apa apa. Makanya kami datang untuk lakukan penundaan karena disamping Pak Novel sudah ada agenda, memang ga bisa hadir, juga sebenarnya nggak ada keterkaitan apa-apa dari Novel untuk masalah pencucian uang ini," kata Nurhayati.

Pemeriksaan terhadap Novel dijadwalkan ulang hari Senin (13/2/2017). Nurhayati memastikan kliennya akan memenuhi panggilan penyidik selanjutnya.

Baca: Polda Larang, FUI Nekat Gelar Aksi 112   

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Pengelolaan Sisa Anggaran Lebih Kembali Disorot

Kabar Baru Jam 15

Bagaimana Pengaturan Sistem Zonasi? Apa Manfaatnya?

Kabar Baru Jam 14